Ingin dapat penawaran khusus untuk Anda? Konsultasi sekarang!

Sholat Witir 3 Rakaat 1 Salam, Ini Cara & Niatnya

06 February 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

article-thumbnail

Sholat witir sering dipersepsikan sebagai ibadah yang identik dengan penutup sholat tarawih di bulan Ramadhan, dilaksanakan secara berjamaah di masjid dengan mengikuti imam. Padahal, sholat witir sejatinya merupakan ibadah sunnah yang dapat dikerjakan pada setiap malam, tidak terbatas pada bulan Ramadhan semata.

Demikian pula dalam tata cara sholat witir tidak hanya dilakukan dengan dua rakaat salam kemudian satu rakaat salam, tetapi juga dibolehkan dikerjakan tiga rakaat sekaligus dengan satu salam. Pemahaman seperti ini masih sering luput dari perhatian sebagian kaum muslimin. Oleh karena itu, pada artikel ini dirasa penting untuk mengulas secara khusus tentang tata cara hingga niat sholat witir 3 rakaat dengan satu salam sekaligus, berdasarkan tuntunan syariat Islam.

Apa itu Sholat Witir?

Witir secara bahasa berasal dari kata al-witr (الوِتر) dengan kasrah atau fathah pada huruf wāw. Kata ini merupakan mashdar dari أوتر يُوتر إيتارا ووترا, yang bermakna menjadikan sesuatu sebagai ganjil. Ungkapan أوترتُ الصلاة atau وترتُها berarti menjadikan sholat dalam bilangan ganjil. Bentuk jamak dari witr adalah autār, dengan makna bilangan tunggal atau bilangan ganjil, baik satu maupun lebih, selama tidak termasuk bilangan genap. Makna ini sejalan dengan firman Allah Ta‘ala: {وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ} “Demi yang genap dan yang ganjil”(QS. al-Fajr : 3)

Sedangkan witir dalam istilah fikih adalah sholat yang menjadi penutup sholat malam. Ia dinamakan witir karena dikerjakan dalam bilangan ganjil, yaitu satu rakaat, tiga rakaat, atau semisalnya. Hal ini berdasarkan riwayat yang shahih dalam Sunan At-Tirmidzi dari Aisyah radhiyallahu ta‘ala ‘anha :

النَّبِيُّ ﷺ كَانَ صَلَاةُ اللَيلِ مِنْهُ ثَلاَثَ عَشَرَ رَكْعَةً، يُوتِرُ مِنْ ذَلِكَ بِخَمْسٍ، لاَ يَجْلِسُ فِي شَيْءٍ مِنْهُنَّ إِلاَّ فِي آخِرِهِنَّ.

Artinya : “Nabi ﷺ biasa melaksanakan sholat malam sebanyak tiga belas rakaat, dan beliau berwitir dengan lima rakaat tanpa duduk (tasyahud) pada rakaat-rakaat tersebut kecuali pada rakaat terakhirnya.” (HR. At-Tirmidzi)

Juga berdasarkan hadits lainnya, seperti dalam riwayat Shahihain, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ta‘ala ‘anhuma terkait bilangan sholat witir yang ganjil :

صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

Artinya : “Sholat malam itu dilakukan dua rakaat-dua rakaat. Apabila salah seorang di antara kalian khawatir masuk waktu Subuh, maka hendaklah ia sholat satu rakaat yang menjadikan ganjil sholat yang telah ia kerjakan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bolehkah Sholat Witir 3 Rakaat Sekaligus?

Sholat witir memiliki fleksibilitas dalam penentuan jumlah rakaatnya. Rasulullah ﷺ memberikan tuntunan dan keteladanan dalam pelaksanaannya, di antaranya dengan melaksanakan sholat witir tiga rakaat dengan satu salam maupun lima rakaat dengan satu salam, bahkan meskipun hanya satu rakaat witir diperbolehkan dalam syariat Islam. Rasulullah ﷺ bersabda :

الْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ، فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ

Artinya : “Sholat witir adalah hak bagi setiap Muslim. Barang siapa ingin berwitir dengan lima rakaat, maka hendaklah ia melakukannya. Barang siapa ingin berwitir dengan tiga rakaat, maka hendaklah ia melakukannya. Dan barang siapa ingin berwitir dengan satu rakaat, maka hendaklah ia melakukannya.”(HR. Abu Dawud)

Niat Sholat Witir 3 Rakaat 1 Salam & 2 salam

Sebagaimana dijelaskan pada artikel sebelumnya tentang niat sholat tarawih, dalam sholat witir pun niat tetap berada di dalam hati saat takbiratul ihram. Namun, jika ingin melafalkan niat agar hati semakin yaqin maka diperbolehkan dalam madzhab Syafi’i.

Berikut niat sholat sunnah witir :

1. Niat Sholat Witir 3 Rakaat 1 Salam

نَوَيْتُ صَلَاةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalatsa raka'atin sunnata lillahi ta'ala.

Artinya : “Aku berniat melaksanakan sholat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta‘ala.”

2. Niat Sholat Witir 3 Rakaat 2 Salam

Sholat witir 3 rakaat 2 salam dilakukan dengan cara 2 kali sholat. Sholat pertama dilakukan 2 rakaat hingga salam lalu dilanjut dengan sholat witir 1 rakaat hingga salam. Berikut niat sholat witir 3 rakaat,

  • Niat sholat witir 2 rakaat (salam pertama)

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri rak’ataini lillahi ta'ala.

Artinya : “Aku niat sholat sunnah witir dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

  • Niat sholat witir 1 rakaat (salam kedua)

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً وَاحِدَةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalatsa raka'atin sunnata lillahi ta'ala.

Artinya : “Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Tatacara & Rukun Sholat Witir 3 Rakaat

Pada dasarnya, tata cara pelaksanaan sholat witir sama dengan sholat-sholat lainnya, baik dari segi rukun maupun kaifiyatnya. Pelaksanaannya dimulai dari takbiratul ihram yang disertai niat sholat witir, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian rukun sholat hingga diakhiri dengan salam. Tidak terdapat perbedaan mendasar antara sholat witir dan sholat lainnya dalam aspek teknis pelaksanaannya.

Adapun perbedaan utama sholat witir dengan sholat lainnya terletak pada waktu pelaksanaannya. Sholat witir dikerjakan pada malam hari dan berfungsi sebagai penutup rangkaian sholat malam, termasuk sholat tarawih. Meskipun demikian, jumhur ulama membolehkan pelaksanaan sholat witir sebelum tidur, sebagaimana wasiat Rasulullah ﷺ kepada Abu Dzar agar tidak tidur sebelum menunaikan sholat witir.

Keutamaan Sholat Witir

Sholat witir termasuk ibadah yang memiliki kedudukan tinggi dan merupakan bentuk ketaatan yang utama, sehingga memperoleh perhatian yang sangat besar dari Nabi ﷺ. Beliau secara konsisten melaksanakannya, menunjukkan kesungguhan dalam menunaikannya, serta memberikan perhatian khusus terhadap ibadah tersebut. Karena itu, Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan sholat witir, baik ketika dalam perjalanan maupun saat berada di tempat tinggalnya.

Selain itu, Nabi ﷺ juga menekankan pentingnya menjaga dan memelihara pelaksanaan sholat witir serta melarang sikap meremehkannya. Hal ini ditegaskan dalam sabda beliau:

إِنَّ اللَّهَ قَدْ زَادَكُمْ صَلَاةً، وَهِيَ الْوِتْرُ، فَحَافِظُوا عَلَيْهَا

Artinya : “Sesungguhnya Allah telah menambahkan bagi kalian satu sholat, yaitu sholat witir. Maka jagalah sholat tersebut.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ، هِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ، وَهِيَ الْوِتْرُ، جَعَلَهَا اللَّهُ لَكُمْ مَا بَيْنَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ

Artinya : “Sesungguhnya Allah telah menganugerahkan kepada kalian suatu sholat yang nilainya lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yaitu sholat witir.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Nabi ﷺ juga berwasiat kepada Abu Hurairah agar tidak tidur sebelum melaksanakan sholat witir. (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ

Artinya : “Sesungguhnya Allah itu Maha Ganjil dan mencintai yang ganjil.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ﷺ juga memperingatkan agar tidak mengabaikan atau meremehkan sholat witir dengan sabdanya:

مَنْ لَمْ يُوتِرْ فَلَيْسَ مِنَّا

Artinya : “Barang siapa tidak melaksanakan sholat witir, maka ia bukan termasuk golongan kami.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Oleh karena itu, sebagian ulama seperti Abu Hanifah mewajibkan sholat witir, sedangkan mayoritas ulama memandangnya sebagai sholat sunnah.

Kesimpulan

Sholat witir merupakan ibadah yang sangat agung dan memiliki keutamaan pahala yang besar. Setiap hamba yang menunaikan sholat malam lalu mengakhirinya dengan sholat witir akan merasakan kedalaman kenikmatan spiritual yang menentramkan jiwa. Bahkan, Rasulullah ﷺ senantiasa menjaga dan membiasakan pelaksanaan sholat witir dalam kesehariannya.

Adapun perbedaan tata cara pelaksanaan sholat witir, baik dengan tiga rakaat satu salam maupun tiga rakaat dua salam, tidaklah menjadi persoalan yang diperselisihkan secara prinsip, karena masing-masing memiliki landasan dan tuntunan dari Nabi ﷺ. Dalam hal ini, syariat memberikan ruang toleransi yang luas.

Marilah kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya menyambut bulan Ramadhan yang mulia, agar mampu menunaikan sholat witir pada setiap malamnya, serta berharap kebiasaan tersebut dapat terus berlanjut pada bulan-bulan setelah Ramadhan.

Selain sholat witir yang dilaksanakan di bulan Ramadhan, ibadah yang memiliki banyak keutamaan di bulan Ramadhan adalan Umroh Ramadhan yang pahalanya setara dengan haji bersama Rasulullah. Bagi Anda yang ingin mendapat pahala tersebut, dapat melakukan ibadah Umroh Ramadhan dengan lebih nyaman bersama travel umroh jejak imani.

jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dari Kemenag. Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah umroh di Tanah Suci.

Wallahu a’lam.

Dilihat 936 kali