Ingin dapat penawaran khusus untuk Anda? Konsultasi sekarang!

Ini Doa dan Dzikir Setelah Tarawih & Witir Sesuai Sunnah!

18 February 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

article-thumbnail

Doa merupakan esensi dari ibadah sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah ﷺ. Setiap sholat yang dikerjakan seorang Muslim pada hakikatnya merupakan rangkaian permohonan dan penghambaan yang dipanjatkan kepada Allah Ta‘ala. Melalui doa, seorang hamba memohon berbagai kebaikan bagi kehidupannya di dunia dan akhirat, sekaligus menegaskan kesadaran akan kelemahan diri bahwa tiada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah semata.

Berdzikir dan doa setelah sholat termasuk amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki dasar tuntunan dari Rasulullah ﷺ. Demikian pula dalam sholat witir, terdapat dzikir dan doa yang diajarkan sebagai bagian dari penyempurna pelaksanaannya, sehingga dianjurkan bagi kaum Muslimin untuk mengamalkannya.

Dzikir Setelah Sholat Tarawih

Dzikir yang dianjurkan untuk dibaca setelah melaksanakan sholat witir adalah:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Subhanal malikil quddus

Artinya : “Maha Suci Allah, Raja Yang Maha Suci”

Dzikir ini dibaca sebanyak tiga kali, dan pada bacaan yang ketiga dianjurkan untuk mengeraskan suara. Anjuran tersebut didasarkan pada perbuatan yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ sebagaimana disebutkan dalam riwayat hadis berikut :

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى رضي الله عنه قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى} وَ{قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ} وَ{قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ}، وَإِذَا سَلَّمَ قَالَ «سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ» ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، يَرْفَعُ بِالثَّالِثَةِ صَوْتَهُ

Artinya : Dari ‘Abdurrahman bin Abzā رضي الله عنه, ia berkata: “Rasulullah ﷺ membaca pada sholat witir: Sabbihisma Rabbikal A‘lā, Qul yā ayyuhal kāfirūn, dan Qul huwallāhu aḥad. Apabila beliau telah salam, beliau mengucapkan: ‘Subḥānal-Malikil-Quddūs’ sebanyak tiga kali, dan pada ucapan yang ketiga beliau mengeraskan suaranya.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)

Imam An-Nawawi mengatakan : “Disunnahkan untuk membaca setelah sholat witir sebanyak tiga kali: Subḥānal-Malikil-Quddūs.” (al-Majmū‘ Syarḥ al-Muhadzdzab, 4/16)

Ibnu Qudamah juga mengomentari dzikir tersebut : “Disunnahkan setelah melaksanakan sholat witir untuk membaca: Subḥānal-Malikil-Quddūs sebanyak tiga kali, dan pada bacaan yang ketiga ia memanjangkan (atau mengeraskan) suaranya.” (al-Mughnī, 2/122)

Setelah membaca dzikir tersebut, seseorang juga diperbolehkan menambahkan dzikir lainnya yang dianjurkan oleh para ulama. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam keterangan kitab Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn, yang menjelaskan adanya bacaan dzikir tambahan yang dapat dilantunkan setelah sholat witir. Bacaan tambahan tersebut adalah :

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ، جَلَّلْتَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْعَظَمَةِ وَالْجَبَرُوتِ، وَتَعَزَّزْتَ بِالْقُدْرَةِ، وَقَهَرْتَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ

Artinya : “Maha Suci Raja Yang Mahasuci, Tuhan para malaikat dan ruh. Engkau meliputi langit dan bumi dengan keagungan dan kekuasaan, Engkau Maha Perkasa dengan kekuatan-Mu, dan Engkau menundukkan para hamba dengan kematian.”(Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn, 1/205)

Doa Setelah Sholat Witir

Tidak terdapat doa tertentu yang secara khusus ditetapkan oleh Rasulullah ﷺ untuk dibaca setelah sholat witir. Namun demikian, setelah membaca dzikir yang dianjurkan, seseorang tetap diperbolehkan memanjatkan doa apa pun yang berisi permohonan kebaikan dunia dan akhirat. Bahkan, sebagian ulama dari kalangan Syafi‘iyyah memberikan contoh redaksi doa yang dapat dibaca setelah witir. Di antaranya disebutkan dalam kitab I‘ānatu Ṭālibīn tuntunan yang dianjurkan doa setelah sholat witir, yaitu :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Artinya : “Ya Allah, aku berlindung dengan keridaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan keselamatan-Mu dari siksa-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari (murka)-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian kepada-Mu; Engkau sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ، وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ، وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ، وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، نَشْكُرُكَ وَلَا نَكْفُرُكَ، وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ، اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ، وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ، وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pertolongan kepada-Mu, memohon ampun kepada-Mu, beriman kepada-Mu, dan bertawakal kepada-Mu. Kami memuji-Mu dengan segala kebaikan, bersyukur kepada-Mu dan tidak mengingkari-Mu, serta berlepas diri dan meninggalkan siapa pun yang durhaka kepada-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembah, untuk-Mu kami sholat dan bersujud, kepada-Mu kami bersegera dan bersungguh-sungguh. Kami mengharapkan rahmat-Mu dan takut akan azab-Mu. Sesungguhnya azab-Mu pasti akan menimpa orang-orang kafir.”

Selain doa-doa yang telah disebutkan, seseorang juga diperbolehkan membaca doa-doa ma’tsur lainnya yang bersumber dari Al-Qur’an maupun hadis Rasulullah ﷺ. Bahkan, dianjurkan untuk memperbanyak doa sesuai kebutuhan dan harapan kebaikan yang diinginkan, baik untuk urusan dunia maupun akhirat. Yang terpenting dalam berdoa adalah menghadirkan kekhusyukan hati, merasakan ketergantungan sepenuhnya kepada Allah, serta meyakini dengan penuh keyakinan bahwa setiap doa yang dipanjatkan tidak akan sia-sia, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang senantiasa menjaga sholat witir serta menghiasinya dengan doa-doa yang tulus, sehingga memperoleh keberkahan dan rahmat-Nya dalam setiap langkah kehidupan.

Marilah kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya menyambut bulan Ramadhan yang mulia, agar mampu menunaikan sholat witir pada setiap malamnya, serta berharap kebiasaan tersebut dapat terus berlanjut pada bulan-bulan setelah Ramadhan.

Selain sholat witir yang dilaksanakan di bulan Ramadhan, ibadah yang memiliki banyak keutamaan di bulan Ramadhan adalan Umroh Ramadhan yang pahalanya setara dengan haji bersama Rasulullah. Bagi Anda yang ingin mendapat pahala tersebut, dapat melakukan ibadah Umroh Ramadhan dengan lebih nyaman bersama travel umroh jejak imani.

jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dari Kemenag. Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah umroh di Tanah Suci.

Semoga bermanfaat!

Dilihat 647 kali