Ingin dapat penawaran khusus untuk Anda? Konsultasi sekarang!

Pahala Sholat di Masjidil Haram Setara 100.000 Kali Lipat?

22 July 2026 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

article-thumbnail

Masjidil Haram di Makkah adalah masjid paling suci dalam Islam, tempat berdirinya Ka'bah yang menjadi kiblat seluruh umat Muslim di dunia. Selain kemuliaannya sebagai kiblat, Masjidil Haram juga memiliki keistimewaan luar biasa dalam hal pahala ibadah, khususnya sholat yang dilaksanakan di Masjidil Haram. Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim:

صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ، وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ

"Sholat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali lipat dibandingkan sholat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Dan sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat dibandingkan sholat di masjid lainnya." (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim)

Hadits ini menjadi dasar utama mengapa umat Islam dari berbagai penjuru dunia rela menempuh perjalanan jauh untuk melaksanakan ibadah haji maupun umroh, salah satu tujuannya adalah untuk merasakan pahala sholat di Masjidil Haram yang dilipatgandakan di tempat suci tersebut. Namun, banyak pertanyaan muncul seputar batasan dan ketentuan dari keutamaan sholat di Masjidil Haram.

Keutamaan Sholat di Masjidil Haram Beserta Haditsnya

Selain hadits di atas, terdapat riwayat lain yang memperkuat keistimewaan Masjidil Haram. Dalam riwayat Ibnu Majah, disebutkan bahwa satu sholat di Masjidil Haram nilainya lebih baik daripada seratus ribu sholat di masjid-masjid lainnya, kecuali Masjid Nabawi. Hal ini dapat diartikan bahwa pahala sholat di Masjidil Haram dapat dilipatgandakan 100.000 kali.

Para ulama menjelaskan bahwa pelipatgandaan pahala ini bukan sekadar angka simbolis, melainkan benar-benar dijanjikan oleh Allah sebagai bentuk kemuliaan tempat tersebut. Hal ini juga selaras dengan status Ka'bah sebagai baitullah (rumah Allah) pertama yang dibangun untuk manusia sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 96 :

اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ

“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.” (QS. Ali 'Imran: 96)

Keistimewaan ini menjadikan setiap langkah, setiap rakaat, bahkan setiap detik yang dihabiskan untuk beribadah di Masjidil Haram memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah.

Apakah Berlaku untuk Sholat Fardhu dan Sunnah?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah pelipatgandaan pahala sholat di Masjidil Haram hanya berlaku untuk sholat fardhu (wajib) atau juga mencakup sholat sunnah?

Mayoritas ulama, termasuk dari kalangan mazhab Syafi'i dan Hanafi, berpendapat bahwa keutamaan pahala sholat di Masjidil Haram berlaku secara umum untuk seluruh jenis sholat, baik fardhu maupun sunnah. Hadits yang disebutkan sebelumnya menggunakan kata "sholat" secara umum tanpa membatasi pada jenis sholat tertentu, sehingga para ulama memahami keutamaan pahala sholat di Masjidil Haram ini bersifat menyeluruh.

Meski demikian, tentu pahala sholat fardhu tetap memiliki keutamaan tersendiri dibandingkan sholat sunnah, sebagaimana berlaku di masjid mana pun. Artinya, pelipatgandaan seratus ribu kali ini berlaku sebagai "pengali" dari nilai dasar masing-masing jenis sholat, bukan menyamakan seluruh jenis sholat menjadi setara.

Apakah Sholat di Tanah Haram Makkah Sama Pahalanya dengan di Masjidil Haram?

Ini adalah poin yang sering diperdebatkan di kalangan jamaah haji maupun umroh. Pendapat yang lebih kuat di kalangan ulama menyebutkan bahwa keutamaan pelipatgandaan seratus ribu kali, secara khusus berlaku untuk sholat yang dilakukan di dalam bangunan atau area Masjidil Haram, bukan di seluruh tanah haram Makkah secara umum. Namun demikian, sebagian ulama seperti sebagian pendapat dalam mazhab Hanbali berpendapat bahwa keutamaan ini bisa mencakup seluruh tanah haram, mengingat kesucian dan keberkahan yang melingkupi seluruh wilayah tersebut.

Meskipun demikian, pendapat yang lebih hati-hati dan banyak dipegang adalah tetap mengutamakan sholat di dalam area Masjidil Haram untuk mendapatkan keutamaan yang paling meyakinkan, mengingat perluasan area masjid saat ini yang terus berkembang.

Batas Wilayah Masjidil Haram

Seiring waktu, luas Masjidil Haram terus mengalami perluasan besar-besaran, terutama pada masa Kerajaan Arab Saudi. Dari yang awalnya hanya berupa area di sekitar Ka'bah, kini Masjidil Haram telah berkembang mencakup bangunan utama, pelataran (mataf), hingga area perluasan bertingkat yang menampung jutaan jamaah.

Menurut pandangan mayoritas ulama kontemporer, seluruh area yang saat ini termasuk dalam bangunan resmi Masjidil Haram (termasuk area perluasan modern) dianggap sebagai bagian dari masjid. Sehingga sholat di area tersebut tetap mendapatkan keutamaan pelipatgandaan pahala sholat di Masjidil Haram 100.000 kali. Ini termasuk lantai-lantai atas, halaman dalam kompleks masjid dan area yang secara resmi ditetapkan sebagai bagian dari bangunan masjid oleh otoritas setempat.

Namun, area di luar batas resmi bangunan masjid, meskipun masih berada di wilayah tanah haram Makkah, sebagian ulama menilai tidak termasuk dalam cakupan keutamaan seratus ribu kali lipat sholat di Masjidil Haram tersebut.

Kesimpulan

Keutamaan sholat di Masjidil Haram yang pahalanya dilipatgandakan hingga seratus ribu kali merupakan salah satu bukti kemuliaan yang Allah berikan kepada tempat suci ini. Keutamaan tersebut berlaku secara umum untuk sholat fardhu maupun sunnah, namun secara khusus berlaku untuk sholat yang dilaksanakan di dalam bangunan resmi Masjidil Haram, termasuk area perluasannya, bukan di seluruh wilayah tanah haram Makkah secara umum.

Bagi siapa pun yang berkesempatan menunaikan ibadah haji atau umroh, memperbanyak sholat di Masjidil Haram menjadi kesempatan yang sangat berharga dan sayang untuk dilewatkan karena pahala sholat di Masjidil Haram dilipatgandakan 100.000 kali lipat. Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk merasakan keberkahan beribadah di tanah suci tersebut, Amin amin yaa Robbal ‘alamin.

Bagi yang ingin melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci, Anda dapat mempercayakan perjalanan ibadah haji dan umroh bersama jejak imani.

jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah umroh di Tanah Suci.

Dilihat 269 kali