Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh, Ini Panduannya!
21 December 2025 ditinjau oleh Tim Khidmat jejak imani

Berpuasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat. Bahkan jika tidak mampu mengerjakannya, wajib menggatinya dengan fidyah. Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Agar ibadah puasa dinilai Sah secara hukum islam, maka wajib dikerjakan dengan syarat dan rukun-rukunnya dengan baik dan benar. Salah satu rukun yang harus dipenuhi dan dikerjakan pertama kali adalah niat. Lalu, apakah niat ini harus dibaca setiap malam di bulan Ramadhan?, atau boleh diniatkan untuk sebulan penuh sekaligus? Berikut penjelasannya.
Hukum Membaca Niat dalam Puasa
Para ulama sepakat bahwa niat merupakan rukun puasa yang tidak bisa ditinggalkan. Tanpa niat puasa, maka puasa sudah dipastikan tidak sah secara syariat. Ada perbedaan tentang waktu berniat puasa, dibedakan dari wajib atau tidaknya puasa tersebut.
1. Niat Puasa Ramadhan
Jika itu puasa wajib (puasa Ramadhan, puasa kafarat dan puasa Nadzar), maka wajib dibaca atau diniatkan sebelum matahari terbit (subuh). Rasulullah ﷺ bersabda :
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
"Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
2. Niat Puasa Sunnah
Namun jika puasanya adalah puasa sunnah, seperti puasa senin kamis, puasa daud, puasa ayyamul bidh dan lainnya, maka tidak harus dibaca sebelum subuh. Jika sejak terbit matahari dia belum makan atau minum atau belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, sampai dia berniat puasa sunnah, maka niatnya dianggap sah, dan bisa melanjutkan harinya untuk berpuasa sunnah tersebut. Sebagaimana yang sudah dicontohnya oleh Nabi Muhammad ﷺ ketika beliau tidak ada makanan untuk dimakan.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ؟ قُلْنَا: لَا، قَالَ: فَإِنِّي صَائِمٌ.
Dari Aisyah Radhiallahu’anha, beliau berkata: "Nabi ﷺ masuk menemuiku pada suatu hari, lalu beliau bertanya: “Apakah kamu memiliki sesuatu (makanan)?” Aku menjawab: “Tidak.” Beliau bersabda: “Maka aku berpuasa." (HR. Muslim)
Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh
Secara umum, niat harus dilakukan di setiap pelaksanaan ibadah yang berdiri sendiri. Termasuk puasa adalah ibadah yang berdiri sendiri, sehingga niat harus dilakukan disetiap awal pelaksanaannya. Khusus untuk puasa Ramadhan, terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama, apakah diperbolehkan berniat puasa satu bulan penuh di awal bulan, atau harus berniat di setiap malamnya. Perbedaan pendapat ini disebabkan karena pemahaman tentang puasa ramadhan ini apakah satu rangkaian ibadah sendiri 30 hari berturut turut, atau di setiap harinya merupakan ibadah masing-masing yang berdiri sendiri?
Mayoritas ulama mengatakan disetiap harinya niat harus diperbaharui di setiap malam hari atau sebelum fajar selama bulan Ramadhan. Sama seperti sholat yang setiap hari dilaksanakan 5 kali, dan disetiap sholatnya wajib dengan niat yang baru. Sedangkan menurut madzhab maliki dan sebagian ulama kontemporer, mengatakan bahwa niat puasa selama pelaksanaannya berturut-turut, maka cukup dengan satu niat saja di awalnya. Namun jika terputus pelaksanaannya karena udzur yang dibolehkan syariat, maka dia harus mengulang lagi niatnya. Maka untuk kehati-hatian, bagi yang ingin melaksanakan niat puasa ramadhan satu bulan penuh, sebaiknya tetap melafadzkan niat puasa di setiap malamnya.
Ketentuan Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan Penuh
Bagi yang akan melaksanakan niat puasa ramadhan satu bulan penuh, wajib memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut ini :
- Niat dilakukan pada malam pertama Ramadhan, sejak terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar.
- Tidak ada hal yang memutus rangkaian puasa, seperti safar yang membolehkan berbuka, sakit berat, haid, atau nifas.
- Puasa wajib dilakukan berturut-turut, tanpa jeda yang disengaja.
- Mengetahui dengan jelas bahwa niat tersebut untuk puasa wajib Ramadhan, bukan puasa sunnah.
Jika salah satu atau semua ketentuan di atas tidak terpenuhi, maka niat harus diperbarui kembali.
Lafadz Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh
Lafadz niatnya sama seperti niat-niat pada ibadah lainnya, yaitu tidak ada lafadz khusus yang harus dibaca. Niat itu tempatnya di dalam hati dan dibaca di awal pelaksanaan ibadah tersebut, maka kesengajaan kita dalam melakukan ibadah itu sudah dianggap niat. Namun untuk membantu menghadirkan niat dan memantapkan hati bahwa yang kita kerjakan ini adalah ibadah yang kita inginkan, maka bisa dibantu dengan membaca lafadz tertentu.
Berikut lafadz niat puasa Ramadhan satu bulan penuh dalam bahasa Arab latin hingga terjemahannya, yang biasa diajarkan dalam beberapa kitab dan sering diamalkan di Indonesia :
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلَّهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma syahri Ramadhana kullihi lillahi Ta’ala )
“Aku berniat berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadha karena Allah Ta‘ala.”
Semoga dengan adanya artikel ini, kita dapat berhati-hati lagi sebelum membaca niat puasa Ramadhan sebulan penuh. Mari kita berlomba untuk mendapat pahala sebanyak-banyaknya ketika berpuasa terutama di bulan Ramadhan. Salah satu ibadah yang memiliki banyak keutamaan di bulan Ramadhan adalan Umroh Ramadhan yang pahalanya setara dengan haji bersama Rasulullah. Bagi yang ingin melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci, Anda dapat mempercayakan perjalanan umroh bersama jejak imani.
jejak imani adalah travel haji dan umroh sejak tahun 2012 dengan nama PT JEJAK IMANI BERKAH BERSAMA yang sudah berizin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dari Kemenag. Anda juga bisa menanyakanan dan konsultasi dengan tim jejak imani terkait kebutuhan selama ibadah umroh di Tanah Suci.
Wallahu’alam bishawab
Dilihat 306 kali


