Hikmah Puasa Ramadhan – Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang sangat dinanti-nanti oleh seluruh umat Islam, bulan dimana umat Islam dapat menunaikan ibadah puasa satu bulan full bagi yang sudah baligh dan memenuhi syarat.

Maka menjadi kewajiban untuk memahami apa saja syarat wajib, hukum dan hikmah puasa Ramadhan agar dapat maksimal dalam menjalankannya.

Puasa adalah menahan lapar dan dahaga, dari terbitnya fajar (waktu Subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu Maghrib). 

hikmah puasa ramadhan

Source: Google.com

Dalam penerapannya, puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja. Namun, juga mengendalikan hawa nafsu (amarah/mengontrol emosi).

Dengan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, umat Muslim mendapatkan hikmah ibadah puasa Ramadhan yaitu memenuhi apa yang telah diperintahkan Allah ﷻ dan menjadi orang yang bertaqwa. 

Rukun Puasa Ramadhan

  • Seorang Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan harus mampu menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, dari terbitnya fajar (waktu Subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu Maghrib). 
  • Melakukan niat.
  • Niat puasa dapat dilakukan sebelum memasuki waktu fajar (Subuh) dan dilakukan pada setiap malam bulan Ramadhan. 

Syarat Wajib Puasa Ramadhan

  • Islam.
  • Berakal.
  • Orang yang gila tidak wajib berpuasa.
  • Baligh.
  • Kuat berpuasa melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Contoh orang yang tidak kuat berpuasa adalah orang yang sudah tua atau sakit-sakitan, sehingga tidak diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa.

Syarat Sah Puasa Ramadhan

  • Islam; orang yang bukan beragama islam tidak sah puasa.
  • Mumayyiz, dapat membedakan yang mana yang baik dengan yang tidak baik.
  • Suci dari darah haid (kotoran) dan nifas (darah sehabis melahirkan), orang yang dalam keadaan haid maupun nifas itu tidak sah berpuasa.
  • Dalam waktu yang diperbolehkan puasa, maksudnya adalah melakukan ibadah puasa dari terbitnya fajar (waktu Subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu Maghrib) dan di bulan Ramadhan.

Hukum Puasa Ramadhan

Allah ﷻ  berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 185 perihal Hukum puasa Ramadhan.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya:

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

Dengan begitu hukum puasa Ramadhan adalah wajib. Hal itu juga dipertegas dengan salah satu riwayat Thalhah bin Ubaidillah ra. bahwa seseorang datang kepada Nabi Muhammad ﷺ dan bertanya,

“Ya Rasulullah, katakan padaku apa yang Allah wajibkan kepadaku tentang puasa? “Beliau menjawab, “Puasa Ramadhan”. “Apakah ada lagi selain itu?”. Beliau menjawab, “Tidak, kecuali puasa sunnah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hikmah Puasa Ramadhan

  • Meningkatkan Ketaqwaan kepada Allah ﷻ  

Hikmah puasa Ramadhan yang pertama adalah untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ﷻ. Hukum menjalankan ibadah puasa adalah wajib, seperti apa yang tertera dalam Al-Quran dibawah ini:

Allah ﷻ berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 183

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Dalam ayat ini menunjukan bahwa hukum dan hikmah dari puasa di bulan Ramadhan agar umat Islam bertaqwa. Ketika melakukan ibadah puasa artinya umat Islam telah menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Hal tersebut adalah pengertian dari takwa.

  • Dapat Mengontrol Hawa Nafsu

Hikmah puasa yang kedua adalah dapat membantu diri dalam mengontrol hawa nafsu. Ketika seorang Muslim sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, ada baiknya untuk mengerjakan hal-hal positif yang bermanfaat. Disaat diri mampu untuk meninggalkan kesenangan dunia, saat itulah dapat dikatakan bahwa seorang Muslim telah mampu mengendalikan hawa nafsu.

Dalam hadis qudsi, Allah ﷻ berfirman

يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى

Artinya:

Dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.

  • Berusaha Merubah Diri Agar Menjadi Lebih Baik

Hikmah puasa yang ketiga adalah adanya kesadaran diri untuk merubah keinginan dalam diri untuk menjadi manusia yang lebih baik. Dalam keadaan berpuasa, umumnya orang cenderung untuk melakukan perbuatan baik, terutama kepada sesama manusia dan menjauhi larangan Allah ﷻ. Hal ini menjadi salah satu hikmah puasa yang baik, pasalnya jika seorang Muslim tergoda untuk melakukan tindakan tidak baik selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan, maka pahala puasanya pun akan sia-sia.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda

“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa” (HR. Ibnu Majah dan Hakim).

  • Dapat Merasakan Orang yang Tidak Mampu

Hikmah puasa yang ke empat adalah untuk meningkatkan kepekaan terhadap saudara dan saudari sesama Muslim yang kurang mampu. Ketika melakukan ibadah puasa, seorang Muslim akan merasakan dahaga (haus) dan rasa lapar. Dengan begitu akan merasakan apa yang selama ini dirasakan oleh kaum yang kurang mampu.

Hikmah puasa Ramadhan ini dapat membuat seorang Muslim yang beruntung secara finansial dapat merasakan penderitaan kaum yang kurang mampu. Dengan begitu puasa Ramadhan mengajarkan agar umat Muslim dapat berempati dan bersimpati kepada mereka yang kurang mampu.

  • Baik Bagi Kesehatan Jasmani

Hikmah puasa Ramadhan yang terakhir adalah dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani. Dengan menjalankan ibadah puasa dapat meningkatkan kedekatan dengan Allah ﷻ, serta dengan berpuasa Ramadhan akan mendatangkan manfaat berupa pahala dan kebaikan jasmani.

Melakukan ibadah puasa dapat meningkatkan kesehatan jasmani seorang Muslim. Orang yang menjalankan puasa Ramadhan tidak banyak melakukan aktivitas makan dan minum seperti biasanya. Dengan begitu akan membantu sistem pencernaan tubuh istirahat dalam selamat beberapa waktu. 

Semoga kita dapat mengambil hikmah dengan mengetahui syarat wajib, hukum dan hikmah puasa Ramadhan sehingga lebih mantap dalam menjalani kewajiban berpuasa. Insya Allah, kita dapat memberikan ikhtiar terbaik untuk menjadikan Ramadhan ini sebagai Ramadhan dengan ibadah terbaik kita.

Teruntuk umat muslim yang sedang menjalankan puasa bulan Ramadhan pada tahun ini, dapat mengunduh jadwal Imsakiyah puasa Ramadhan disini dan bagi Anda yang ingin berpuasa sambil menjelajahi keindahan Turki juga dapat melihat paket di Jejak Imani.

Semoga Bermanfaat!

Leave a Reply