Tata Cara Sholat Tarawih – Datangnya bulan suci Ramadhan disambut umat Muslim dengan menunaikan ibadah Puasa dan juga sholat tarawih. Sayangnya, saat ini merupakan tahun kedua dunia berada dalam kondisi pandemi Covid-19 sehingga tidak memungkinkan untuk membuat kerumunan dan ibadah tarawih pun kembali harus disesuaikan agar aman. Oleh karena itu, sholat tarawih di rumah dapat menjadi pilihan yang bijak, terutama bagi umat muslim yang memiliki faktor resiko besar dan komorbid (penyakit yang muncul secara bersamaan saat seseorang sedang sakit).

Salah satu keutamaan sholat tarawih, Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

“Barangsiapa mendirikan ibadah (tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni dosa yang telah lampau.” (HR. Bukhari, Muslim).

Masih banyak umat muslim yang belum memahami tentang keutamaan sholat tarawih. Ibadah sholat sunnah yang satu ini hanya dapat dilakukan di bulan Ramadhan saja, dan juga memiliki banyak keutamaan. Maka sebaiknya kita mencari tahu terlebih dahulu tata cara sholat tarawih agar semakin sempurna dalam menunaikan ibadah sunnah ini.

Lalu bagaimana tata cara sholat tarawih? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Bacaan Niat Sholat Tarawih

niat sholat tarawih

Source: Google.com

Tata cara sholat tarawih di rumah baik secara sendiri maupun berjamaah bisa melafalkan niat sebagai berikut:

  • Niat sholat tarawih sebagai imam: ushalli sunnatat taraawihi rak’atain imaaman lillaahi ta’alaa.
    Artinya: “Aku niat shalat tarawih dua raka’at sebagai imam karena Allah Ta’ala”.
  • Niat sholat tarawih sebagai makmum: ushalli sunatat taraawihi rak’atain makmuuman lillaahi ta’alaa.
    Artinya: Aku niat shalat tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala”.
  • Niat sholat tarawih sendiri: ushalli sunnatat taraawihi rak‘atain mustaqbilal qiblati ad’an lillaahi ta‘alaa.
    Artinya: Aku niat sholat sunah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah Ta’ala”.

Tata Cara Sholat Tarawih

tata cara sholat tarawih

Source: Google.com

Sholat tarawih dapat dikerjakan secara berjamaah atau sendiri di rumah maupun di masjid. Namun, lebih utama jika menunaikan sholat tarawih secara berjamaah. Seperti yang terdapat pada hadist Nabi Muhammad ﷺ berikut ini,

Shalat berjamaah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (H.R. Bukhari).

Dalam pelaksanaan sholat tarawih, umat muslim dapat melakukannya dengan 11 ataupun 23 rakaat. Semuanya adalah benar karena masing-masing memiliki dalil dalam pelaksanaannya.

Adapun dalil pelaksanaan tata cara rakaat sholat tarawih 11 rakaat diriwayatkan oleh Ibnu Abbas sebagai berikut.

“Aku berdiri di samping Rasulullah; kemudian Rasulullah meletakkan tangan kanannya di kepalaku dan dipegangnya telinga kananku dan ditelitinya, lalu Rasulullah sholat dua rakaat kemudian dua rakaat lagi, lalu dua rakaat lagi, dan kemudian dua rakaat, selanjutnya Rasulullah sholat witir, kemudian Rasulullah tiduran menyamping sampai bilal menyerukan adzan. Makan bangunlah Rasulullah dan sholat dua rakaat singkat-singkat, kemudian pergi melaksanakan sholat subuh.” (HR. Muslim)

Dalam pelaksanaan sholat tarawih 23 rakaat juga memiliki landasan dalil, diriwayatkan oleh Ibnu Abbas sebagai berikut.

“Rasulullah sholat tarawih di bulan Ramadhan sendirian sebanyak 20 rakaat.” (HR Baihaqi dan Thabrani)

Selanjutnya, dalam sejarah islam, Khalifah Umar bin Khattab menyelenggarakan sholat tarawih dan witir 23 rakaat. Hal ini dapat dilihat dalam kitab Al-Muwaththa’ Yazid bin Huzaifah yang isinya sebagai berikut:

“Kaum muslimin pada masa Umar bin Khattab melakukan sholat tarawih (dan witir) di bulan Ramadhan sebanyak 23 rakaat.”

Hal ini kemudian dilanjutkan pada masa Khalifah Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib dan menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Dengan demikian, umat muslim dapat melakukan sholat tarawih dengan 11 rakaat dan witir maupun 23 rakaat dan witir karena keduanya memiliki landasan dalil. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah urutan tata cara sholat tarawih yang dapat dilakukan di rumah.

  • Niat shalat tarawih
  • Takbiratul ihram
  • Membaca doa iftitah
  • Membaca surah Al-Fatihah
  • Membaca surah Al-Quran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri untuk melakukan rakaat kedua dengan langkah yang sama, lalu diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam. Lakukan sebanyak 8 atau 20 rakaat dengan 2 rakaat masing-masing diakhiri dengan salam.
  • Lanjutkan dengan sholat witir sebanyak 3 rakaat 1 salam dengan niat: ushalli sunnatal witri tsalaasa rak’atain lillaahi ta’ala”.
    Artinya: “Aku niat shalat witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala”.

Sebagai muslim, kita mempunyai kewajiban untuk mencari ilmu dan mengetahui terlebih dahulu amalan apa saja yang dapat dilakukan selama bulan Ramadhan karena bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, berlimpah pahala dan hanya ada 1 kali dalam 1 tahun agar dapat memaksimalkan ibadah terbaik pada bulan Ramadhan.

Agar dapat memaksimalkan ibadah shalat dan puasa dengan mengetahui waktu, Anda dapat mengunduh jadwal Imsakiyah puasa Ramadhan disini dan bagi Anda yang ingin berpuasa sambil menjelajahi keindahan Turki juga dapat melihat paket di Jejak Imani.

 

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply