Peristiwa Isra Miraj terjadi pada 27 Rajab di tahun ke 8 kenabian Nabi Muhammad dan kejadian bersejarah bagi umat Islam ini dilakukan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Perjalanan Isra Miraj diteruskan hingga naik ke Sidratul Muntaha di langit ke 7 dalam satu malam. 

Isra Miraj

Source: Google.com

Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad dari masjidil Haram Mekkah (Makkah) ke Masjidil Aqsa di Palestina dengan menggunakan buraq. Selama perjalanan, Nabi Muhammad  yang ditemani oleh Malaikat Jibril sempat singgah untuk shalat di beberapa tempat seperti Tayyibah, Madyan, Thursina dan Betlehem.

Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad dari bumi ke Sidratul Muntaha bersama Malaikat Jibril. Selama perjalanannya Nabi Muhammad sempat menemui para nabi lainnnya:

  1. Nabi Adam a.s pada langit pertama
  2. Nabis Isa a.s pada langit ke dua 
  3. Nabi Yusuf a.s pada langit ketiga 
  4. Nabi Idris a.s pada langit ke empat
  5. Nabi Harun a.s pada langit ke lima
  6. Nabi Musa a.s pada langit ke enam
  7. Nabi Ibrahim a.s pada langit ke tujuh

Dalam Isra Miraj Nabi Muhammad  juga menghadapi berbagai macam cobaan, dan salah satu cobaannya adalah ketika Rasulullah ditawari untuk meminum khamr atau susu, namun beliau memilih susu. 

Pada langit ke tujuh menjadi akhir perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad , dengan menerima perintah Allah SWT. Perintah yang diterima Rasulullah ketika itu berupa melakukan salat 50 waktu dalam satu hari. Namun ketika Rasulullah sedang turun ke langit ke enam dan bertemu dengan Nabi Musa, Rasulullah diperingatkan oleh Nabi Musa untuk memperhatikan kemampuan ummatnya.

Maka setelah diperingatkan oleh Nabi Musa, Rasulullah kembali ke langit ke tujuh untuk meminta keringanan pada Allah SWT, sehingga perintah salat menjadi 5 waktu dalam sehari semalam. Sejak peristiwa Isra Miraj itulah umat muslim melakukan salat fardu 5 waktu dalam satu hari (Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya).

Kisah Isra Miraj juga terdapat dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra Ayat 1.

 

  سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

 

Sub-hanallazi asra bi’abdiha lailam minal-masjidil-harami ilal-masjidil-aqsallazi barakna haulahu linuriyahu min ayatina, innahu huwas-samiu’ul-basir

Artinya:

Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Demikian peristiwa Isra Miraj perjalanan suci Nabi Muhammad  yang wajib umat Muslim ketahui. Umumnya umat muslim yang ingin merasakan napak tilas Isra Miraj Nabi Muhammad ﷺ melaksanakan ibadah umroh (umrah) sambil memperbanyak ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. 

Bagi para calon tamu Allah yang sedang berencana melakukan perjalanan untuk beribadah ke Tanah Suci, dapat juga menyimak artikel Jejak Imani lainnya tentang tata cara umroh dan rukun umroh. Dan untuk Bapak/Ibu dan Sahabat yang ingin merasakan napak tilas Isra Miraj sambil beribadah umroh (umrah) juga dapat melihat pilihan paket umroh yang terdapat di Jejak Imani.

Ingin perjalanan ibadah ke Haramain lebih berkesan dan nyaman? Jejak Imani insya Allah jawabannya.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply