Tata Cara Sholat Witir – Sholat witir adalah sunnah yang dikerjakan pada waktu malam hari, ibadah sholat witir dilakukan setelah sholat Isya dan sebelum sholat Subuh. Sholat ini berbeda dengan sholat sunnah lainnya karena jumlah rakaat harus ganjil.

Witir scara bahasa adalah ganjil. Hal ini sesuai dengan apa yang telah di sabdakan oleh Rasulullah ﷺ:

“Sesungguhnya Allah itu witir dan menyukai yang witir (ganjil).” (HR. Bukhari no. 6410 dan Muslim no. 2677)

Sholat witir disebut juga sebagai penutup sholat malam. Menurut mayoritas ulama, hukum sholat witir adalah sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan)

Tata Cara Waktu Pelaksanaan Sholat Witir

Waktu Pelaksanaan Sholat Witir

Source: Google.com

Waktu pelaksanaan sholat witir dapat dikerjakan setelah sholat Isya dan sebelum sholat Subuh. Pendapat tersebut diambil berdasarkan sabda Nabi Muhammad ﷺ. 

“Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu shubuh, hendaklah ia shalat satu rakaat sebagai witir (penutup) bagi shalat yang telah dilaksanakan sebelumnya.” (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749, dari Ibnu ‘Umar)

Ibnu Umar mengatakan,

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat malam, maka jadikanlah akhir shalat malamnya adalah witir karena Rasulullah memerintahkan hal itu. Dan jika fajar tiba, seluruh shalat malam dan shalat witir berakhir karenanya Rasulullah bersabda: “Shalat witirlah kalian sebelum fajar”. (HR. Ahmad 2/149. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Lantas kapan waktu sholat witir yang paling utama?

Berdasarkan dari Aisyah ra. bahwasanya waktu utama sholat witir adalah di sepertiga malam.

“Kadang-kadang Rasulullah melaksanakan witir di awal malam, pertengahannya dan akhir malam. Sedangkan kebiasaan akhir beliau adalah beliau mengakhirkan witir hingga tiba waktu sahur.” (HR. Muslim no. 745)

Namun jika khawatir tidak dapat bangun malam, maka hendaklah mengerjakan witir sebelum tidur (setelah selesai sholat Isya). Tata cara waktu pelaksanaan sholat witir didasarkan hadist Jabir bin ‘Abdillah, Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

Nabi bertanya kepada Abu Bakar, ” Kapankah kamu melaksanakan witir?” Abu Bakr menjawab, “Saya melakukan witir di permulaan malam”. Dan beliau bertanya kepada Umar, “Kapankah kamu melaksanakan witir?” Umar menjawab, “Saya melakukan witir pada akhir malam”. Kemudian beliau berkata kepada Abu Bakar, “Orang ini melakukan dengan penuh hati-hati.” Dan kepada Umar beliau mengatakan, “Sedangkan orang ini begitu kuat.” (HR. Abu Daud no. 1434 dan Ahmad 3/309. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Tata Cara Penentuan Jumlah Rakaat Sholat Witir

Jumlah Rakaat Sholat Witir

Source: Google.com

Jumlah bilangan rakaat pada Sholat witir dapat dilakukan satu, tiga, lima, tujuh atau sembilan rakaat. Tata cara penentuan jumlah rakaat sholat witir berdasarkan hadits Nabi Muhammad ﷺ.

“Witir adalah sebuah keharusan bagi setiap muslim, barang siapa yang hendak melakukan witir lima raka’at maka hendaknya ia melakukankannya dan barang siapa yang hendak melakukan witir tiga raka’at maka hendaknya ia melakukannya, dan barang siapa yang hendak melakukan witir satu raka’at maka hendaknya ia melakukannya.” (HR. Abu Daud no. 1422. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Tata Cara Sholat Witir dengan Tiga Rakaat

Bagi yang menginginkan sholat witir dengan tiga rakaat, dapat dilakukan dengan dua cara:

  1. Tata cara sholat witir tiga rakaat, sekali salam.

Dalil

“Rasulullah biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi)

  1. Mengerjakan dua rakaat dan salam. Lalu ditambah satu rakaat salam.

Dalil: 

“Rasulullah shalat di dalam kamar ketika saya berada di rumah dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memisah antara raka’at yang genap dengan yang witir (ganjil) dengan salam yang beliau perdengarkan kepada kami.” (HR. Ahmad 6/83. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Tata Cara Sholat witir dengan lima rakaat

Cara melaksanakannya adalah dengan mengerjakan lima rakaat sekaligus dan tasyahud pada rakaat kelima. Tata cara sholat witir dengan lima rakaat Diriwayatkan dari Aisyah ra,  

“Rasulullah biasa melaksanakan shalat malam sebanyak tiga belas raka’at. Lalu beliau berwitir dari shalat malam tersebut dengan lima raka’at. Dan beliau tidaklah duduk (tasyahud) ketika witir kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Muslim no. 737)

Tata Cara Sholat witir dengan tujuh dan sembilan rakaat

  • Tata cara pelaksanaan sholat witir tujuh rakaat adalah dengan mengerjakan tanpa duduk tasyahud kecuali pada rakaat keenam. Setelah tasyahud pada rakaat keenam, tidak langsung salam. Namun dilanjutkan dengan berdiri pada rakaat ketujuh. Kemudian tasyahud pada rakaat ke tujuh dan salam (dalilnya dapat dipelajari pada witir dibawah ini).
  • Tata cara pelaksanaan sholat witir sembilan rakaat adalah dengan mengerjakan tanpa duduk tasyahud kecuali pada rakaat kedelapan setelah tasyahud pada rakaat kedelapan tidak langsung salam. Namun dilanjutkan dengan berdiri pada rakaat kesembilan. Kemudian tasyahud pada rakaat ke sembilan dan salam.

Dalil tentang tata cara sholat witir dengan tujuh rakaat dan sembilan rakaat diriwayatkan dari Aisyah ra,

“Kami dulu sering mempersiapkan siwaknya dan bersucinya, setelah itu Allah membangunkannya sekehendaknya untuk bangun malam. Beliau lalu bersiwak dan berwudhu` dan shalat sembilan rakaat. Beliau tidak duduk dalam kesembilan rakaat itu selain pada rakaat kedelapan, beliau menyebut nama Allah, memuji-Nya dan berdoa kepada-Nya, kemudian beliau bangkit dan tidak mengucapkan salam. Setelah itu beliau berdiri dan shalat untuk rakaat ke sembilannya. Kemudian beliau berdzikir kepada Allah, memuji-Nya dan berdoa kepada-Nya, lalu beliau mengucapkan salam dengan nyaring agar kami mendengarnya. Setelah itu beliau shalat dua rakaat setelah salam sambil duduk, itulah sebelas rakaat wahai anakku. Ketika Nabiyullah berusia lanjut dan beliau telah merasa kegemukan, beliau berwitir dengan tujuh rakaat, dan beliau lakukan dalam dua rakaatnya sebagaimana yang beliau lakukan pada yang pertama, maka itu berarti sembilan wahai anakku.” (HR. Muslim no. 746)

Tata Cara Sholat Witir

Tata Cara Sholat Witir

Source: Google.com

Tata cara sholat witir secara keseluruhan beserta bacaannya. Tata cara sholat witir sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah lainnya. Perbedaan hanya pada pengucapan niat saja. Berikut tata cara sholat witir beserta bacaannya.

Membaca Niat

  • Bacaan niat sholat witir satu rakaat sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri rok’atan lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala”

  • Bacaan niat sholat witir dua rakaat sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri rok’ataini lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir dua rakaat karena Allah Ta’ala”

  • Bacaan niat sholat witir tiga rakaat sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri tslatsa roka’aatin lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala”

Takbiratul Ihram

Setelah meniatkan diri untuk sholat witir, tata cara sholat witir selanjutnya adalah dengan melakukan takbiratul ihram dengan membaca “Allaahu akbar”.  

Membaca Al-Fatihah

Tata cara sholat witir selanjutnya adalah dengan membaca surah Al-Fatihah, berikut bacaaan doanya:

“Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maalikiyaumiddiin. Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iinu. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladhdhaalliin. Aamiin.”

Membaca surah Pendek

Setelah melantukan surah Al-Fatihah, anda dapat membaca surah pendek, dan disunahkan agar dapat membaca surah dibawah ini:

  • Jika melakukan sholat witir satu rakaat disunahkan membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An Nas. 
  • Jika melakukan sholat witir dua rakaat maka disunahkan untuk membaca surah Al A’la pada rakaat pertama dan membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An Nas pada rakaat kedua.
  • Dan yang melakukan sholat witir tiga rakaat maka disunahkan untuk membaca surah Al A’la pada rakaat pertama, membaca surah Al-Kafirun pada rakaat kedua Al-Ikhlas, dan membaca Al-Falaq, dan An Nas pada rakaat ketiga.

Ruku

Kemudian setelah selesai membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek, tata cara selanjutnya adalah ruku. Bacaannya sebagai berikut:

“Subhaana rabbiyal ‘adziimi wa bihamdih”. (3x)

Itidal

Setelah ruku, tata cara sholat witir selanjutnya adalah dengan melakukan itidal (mengangkat kedua tangan) sambil membaca:

“Sami’allaahu liman hamidah.”

Bacaan saat Itidal:

Rabbana lakal hamdu”

Sujud

Tata cara sholat witir selanjutnya adalah melakukan sujud. Saat sujud dapat membaca:

“Subhaana rabbiyal a‘laa wa bihamdih.” (3x)

Duduk di Antara Dua Sujud

Sehabis sujud, tata cara sholat witir selanjutnya adalah duduk diantara dua sujud dengan membaca:

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.”

Khusus yang melaksanakan sholat satu rakaat dapat melakukan sujud dan diakhiri dengan tahiyat akhir lalu salam. 

Dan untuk yang melakukan sholat witir dua rakaat dan tiga rakaat dapat melanjutkan dengan rakaat kedua atau ketiga seperti urutan diatas, dan diakhiri dengan tahiyat akhir lalu salam. 

Tahiyat Akhir

Memasuki tata cara sholat witir terakhir sebelum salam adalah dengan melakukan tahiyat akhir, dengan bacaan doa sebagai berikut:

“Attahiyaatul mubaarakaatush shalawaa-tuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. Assalaamualainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihhn. Asy-hadu al laa ilaaha illallaah, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullaah. Allaahumma shalli alaa sayyidinaa muhammad. Wa alaa aali sayyidinaa muhammad. Kama shallaita ‘alaa sayyidinaaibraahiim. Wa’alaa aali sayyidinaa ibraahiim wabaarik-‘alaa sayyidinaa muhammad wa-‘alaa aali sayyidinaa muhammad. Kamaa baarakta alaa sayyidinaa ibraahiim. Wa ‘alaa aali sayyidinaa ibraahiim fil’aala miina innaka hamiidum majiid.”

Salam

Dan tahapan terakhir tata cara sholat witir diakhiri dengan salam. Dengan melakukan menengok ke kanan dan ke kiri bergantian, sambil membaca:

“Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.”

Keutamaan Sholat Witir

  • Amalan Ahli Quran

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

Sesungguhnya Allah itu witir, mencintai witir, maka lakukanlah shalat witir wahai ahli Al Qur’an” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah; shahih)

  • Allah Mencintai Witir

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

Sesungguhnya Allah itu witir, mencintai yang witir/ganjil.” (HR. Muslim)

  • Amal Yaumiyah Rasulullah

Hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:

Witir bukan keharusan seperti sholat wajib kalian, akan tetapi ia adalah sunnah yang biasa dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” (HR. An Nasa’i dan Tirmidzi; shahih lighairihi)

  • Sangat dianjurkan Oleh Rasulullah

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menambahkan satu sholat kepada kalian, maka lakukanlah sholat tersebut di antara sholat Isya dan sholat Subuh, yaitu sholat witir, sholat witir.” (HR. Ahmad; shahih)

  • Diwasiatkan di kerjakan Setiap Hari

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagai muslim, kita mempunyai kewajiban untuk mencari ilmu dan mengetahui terlebih dahulu amalan apa saja yang dapat dilakukan selama bulan Ramadhan karena bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, berlimpah pahala dan hanya ada 1 kali dalam 1 tahun agar dapat memaksimalkan ibadah terbaik pada bulan Ramadhan.

Agar dapat memaksimalkan ibadah shalat dan puasa dengan mengetahui waktu, Anda dapat mengunduh jadwal Imsakiyah puasa Ramadhan disini dan bagi Anda yang ingin berpuasa sambil menjelajahi keindahan Turki juga dapat melihat paket di Jejak Imani.

 

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply