Makna Umrah atau umroh (bahasa Arab: عمرة‎) secara bahasa adalah berkunjung. Sedangkan umroh secara istilah adalah berkunjung ke Baitullah (Ka’bah) untuk melakukan thawaf, sa’i dan diakhiri tahalul (tahalul disimbolkan dengan mencukur minimal tiga helai rambut).

umrah

Source: Google.com

Ibadah umrah (umroh) dapat dilakukan kapanpun tanpa adanya ikatan waktu. Umrah sering juga disebut dengan haji kecil. Bagi setiap umat muslim, umroh menjadi sarana untuk beribadah dan sekaligus melepas kerinduan untuk ke tanah suci. Di bawah ini terdapat beberapa ketentuan yang perlu diketahui sebelum berangkat umrah, berikut penjelasannya. 

Ketentuan

  • Syarat Umrah
    1. Beragama Islam.
    2. Baligh, yaitu orang mencapai umur dewasa (laki-laki 11-15 tahun dan Perempuan 9-12 tahun).
    3. Berakal (tidak mengalami gangguan jiwa).
    4. Merdeka, bukan budak atau hamba sahaya.
    5. Ada mahram atau pendamping (dikhususkan untuk wanita).
    6. Memiliki kemampuan, yaitu mampu secara fisik, waktu dan finansial karena ibadah umroh tidak memaksakan umat islam yang tidak mampu seperti (fisik, waktu dan finansial) untuk pergi umroh. 
  • Rukun Umrah
    1. Niat atau Ihram. Rukun umroh yang pertama adalah niat, bisa diartikan juga sebagai ihram. 
    2. Thawaf. Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. 
    3. Sa’i. Jalan atau lari kecil dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah sebanyak tujuh kali putaran.
    4. Tahalul. Mencukur minimal tiga helai rambut.
    5. Tertib. Yang dimaksud dengan tertib adalah para jamaah umrah harus memastikan telah melaksanakan segala rukun umroh satu per satu sesuai dengan urutan yang sudah ditetapkan.

Adapun kewajiban selama beribadah umrah (umroh) dari ketentuan yang di atas sebagai berikut:

  1. Melakukan niat atau ihram ketika memasuki miqat (dilakukan sebelum memasuki pelaksanaan ibadah umroh).
  2. Bertahalul dengan memotong minimal tiga helai rambut.

Apabila meninggalkan dua kewajiban beribadah umroh diatas, umrah tetap sah, dengan syarat membayar DAM berupa seekor kambing. Namun jika ada yang meninggalkan rukun umroh ketika beribadah umroh di Tanah Suci, maka umrahnya tidak sempurna dan wajib diulangi. 

  • Hukum Umrah

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah 196

 

وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ

 

Wa atimmul-hajja wal-‘umrata lillah

Artinya:

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah.”

Dalam ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan umat islam melaksanakan ibadah haji dan umroh. Terdapat perbedaan pendapat perihal hukum pelaksanaan umrah, ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa hukum umroh sunnah muakkad (sunnah yang dianjurkan) dan ulama lainnya berpendapat hukum umroh adalah wajib bagi orang yang mampu melaksanakannya (mampu secara finansial, waktu dan mental).

  • Waktu Pelaksanaan Umrah

Ibadah umrah (umroh) memang dapat dilaksanakan kapanpun dan tidak dibatasi oleh waktu seperti halnya ibadah haji. Namun ada waktu yang baik untuk beribadah umroh berdasarkan sabda Rasullah ﷺ.

Nabi Muhammad bersabda

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Artinya:

“Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Salah satu waktu utama untuk beribadah umroh adalah ketika bulan Ramadhan. Perbuatan baik yang dilakukan selama bulan Ramadhan tentu akan dilipat gandakan pahalanya, termasuk jika melakukan ibadah umroh seperti apa yang Nabi Muhammad katakan. 

Sangat dianjurkan untuk untuk mempelajari terlebih dahulu mengenai pemahaman umroh secara bahasa, syarat, hukum, hingga waktu pelaksanaan sebelum melaksanakan ibadah umroh.

Setelah memahami seluk beluk umroh secara syariat, tentu waktu yang tepat untuk mempelajari fasilitas dan saranan penunjang ibadah umroh. Untuk Bapak/Ibu dan Sahabat yang ingin merencanakan ibadah umroh dapat melihat pilihan paket umrah yang terdapat di Jejak Imani. 

Ingin perjalanan ibadah ke Haramain lebih berkesan dan nyaman? Jejak Imani insya Allah jawabannya.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply