Amalan bulan Ramadhan – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan, banyak orang yang berlomba-lomba berbuat kebaikan demi mendapatkan pahala yang berlipat ganda. 

amalan bulan suci ramadhan

Source: Google.com

Agar dapat mendapatkan amalan bulan Ramadhan sesuai sunnah, ada baiknya untuk mengetahui amalan apa saja yang dapat dilakukan selama bulan Ramadhan ini, dan mempelajari amalan seperti apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ .

Berikut amalan bulan Ramadhan yang dapat dilakukan dalam memaksimalkan Ramadhan tahun ini, simak ulasan di bawah ini.  

Amalan Bulan Ramadhan

  • Puasa 

Memasuki bulan Ramadhan, amalan pertama yang tentu wajib dilakukan ialah menjalnkan ibadah puasa. Setiap amalan di bulan Ramadhan akan dilipat gandakan hingga 700 kali lipat kecuali puasa. Sebab, Allah sendiri yang akan membalasnya.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

”Barang siapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka Allah akan menghapuskan dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim).

  • Ibadah 10 Hari Terakhir

Memasuki 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan, Allah berjanji akan memberikan ampunan kepada umat islam yang khusyuk dan maksimal dalam beribadah.

Selain melakukan amalan wajib dan sunnah selama 20 hari pertama, amalan 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan adalah bentuk keseriusan seorang hamba kepada Rabb-nya. Umat muslim sepatutnya memaksimalkan kualitas dan kuantitas ibadah pada akhir Ramadhan semata demi berharap ampunan-Nya. Kesampingkan dulu segala urusan dunia dan maksimalkan ikhtiar ibadah akhirat yang terbaik.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

“Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR Muslim).

  • Melakukan Itikaf

Amalan bulan Ramadhan selanjutnya ialah dengan melakukan itikaf. Itikaf adalah dengan berdiam diri di dalam masjid dalam rangka mencari keridhaan Allah dan bermuhasabah atas segala amal baik dan buruk sembari mengharap ampunan dan pahala dari Allah ﷻ, dengan memaksimalkan ibadah wajib dan sunnah.

Itikaf sebaiknya dilakukan dengan melakukan amalan terbaik di 10 hari terakhir Ramadhan secara bersungguh-sungguh dan berharap mendapatkan malam lailatul Qadr yang kemuliaannya melebihi 1000 bulan.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

“Aku pernah melakukan i’tikaf pada sepuluh hari Ramadhan yang pertama. Aku berkeinginan mencari malam lailatul qadar pada malam tersebut.

Kemudian aku beri’tikaf di pertengahan bulan, aku datang dan ada yang mengatakan padaku bahwa lailatul qadar itu di sepuluh hari yang terakhir. ‘Siapa saja yang ingin beri’tikaf di antara kalian, maka beri’tikaflah,’. Lalu di antara para sahabat ada yang beri’tikaf bersama beliau.” (HR Bukhari).

  • Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar terdapat pada 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan, pada malam tersebut umat Muslim disunnahkan untuk melakukan memperbanyak Shalat Sunnah, Dzikir, dan membaca Al-Quran. Amalan malam Lailatul Qadar yang paling utama adalah memperbanyak shalat malam (qiyamul lail) di 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari).

  • Membaca Al-Quran

Amalan bulan Ramadhan selanjutnya adalah dengan membaca Al-Quran. Sejatinya amalan membaca Al-Quran sudah dijelaskan oleh Allah ﷻ pada Surah Al-Baqarah 185 sebagai berikut.

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

Selain itu dalam riwayat Ibnu Abbas ra. pernah berkata,

“Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah SAW pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al-Qur’an bersamanya.” (HR Bukhari).

Membaca Al-Quran pada bulan Ramadhan tentu berbeda dengan bulan lainnya karena, keutamaan dari amalan ini pada bulan Ramadhan umat muslim akan mendapatkan pahala yang berlipat dari Allah ﷻ. Oleh karena itu ada baiknya kita menjadikan bulan suci Ramadhan ini sebagai bulan dimana kita dapat melakukan amalan baik seperti dengan membaca Al-Quran.

  • Bersedekah

Amalan yang satu ini mungkin sudah biasa dilakukan pada bulan selain Ramadhan, namun dengan memperbanyak sedekah pada bulan Ramadhan insya Allah akan mendapatkan keistimewaan tersendiri.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

“Siapa yang memberi berbuka orang puasa, baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi dari pahalanya sedikitpun.” (HR Ahmad, Nasai, dan dishahihkan al-Albani).

  • Sahur

Amalan bulan Ramadhan yang dapat dilakukan selanjutnya adalah dengan melakukan makan sahur. Keutamaan sahur, selain berguna untuk menambah energi, adalah keberkahan yang menyertainya dan selain itu amalan ini juga merupakan sunnah Rasulullah ﷺ.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda

“Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan para malaikat bershalawat atas orang-orang yang bersahur.” (HR Ibnu Syaibah dan Ahmad).

  • Shalat Tarawih 

Shalat tarawih adalah sunnah yang hanya dapat dilakukan pada bulan Ramadhan. Mengenai keistimewaannya berikut simak Nabi Muhammad ﷺ bersabda.

“Sesungguhnya Allah telah menfardhukan puasa Ramadhan dan aku telah mensunahkan shalat di malam harinya. Karena itu, barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dan shalat di malam harinya karena iman dan mengharap pahala dan ridha dari Allah. Maka, keluarlah dosanya sebagaimana pada hari dia dilahirkan oleh ibunya.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi).

Shalat Tarawih dilakukan selepas shalat Isya, dan untuk jumlah rakaatnya bisa dilakukan 11 maupun 23 rakaat (yang disertai sholat witir). 

  • Duduk di Masjid Hingga Matahari Terbit

Duduk di masjid hingga matahari terbit adalah sunnah yang biasa dilakukan oleh Rasulullah dan tentu dapat dilakukan juga pada bulan suci Ramadhan.

Dalam salah satu riwayat dijelaskan bahwa:

“Rasulullah apabila shalat shubuh beliau duduk di tempat shalatnya hingga matahari terbit.” (HR Muslim).

Nabi Muhammad ﷺ bersabda

“Siapa shalat Shubuh dengan berjama’ah, lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua raka’at, maka baginya seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna.” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

  • Umroh pada Bulan Ramadhan

Dan amalan terakhir yang dapat dilakukan pada bulan Ramadhan adalah dengan melakukan umroh pada bulan suci  Ramadhan. Melakukan umroh pada bulan suci Ramadhan mempunyai keistimewaan tersendiri, dalam salah satu riwayat Nabi Muhammad ﷺ  bersabda:

“Umrah pada bulan Ramadhan menyerupai haji.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Selama melakukan umroh pada bulan Ramadhan, amalan-amalan yang dilakukan selama disana akan berlipat ganda pahalanya serta insya Allah umrah dapat berpahala seperti haji di bulan mulia ini. 

Sebagai muslim, kita mempunyai kewajiban untuk mencari ilmu dan mengetahui terlebih dahulu amalan apa saja yang dapat dilakukan selama bulan Ramadhan karena bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, berlimpah pahala dan hanya ada 1 kali dalam 1 tahun agar dapat memaksimalkan ibadah terbaik pada bulan Ramadhan.

Agar dapat memaksimalkan ibadah shalat dan puasa dengan mengetahui waktu, Anda dapat mengunduh jadwal Imsakiyah puasa Ramadhan disini dan bagi Anda yang ingin berpuasa sambil menjelajahi keindahan Turki juga dapat melihat paket di Jejak Imani.

 

Semoga Bermanfaat!

Leave a Reply