Kemuliaan Bulan Dzulqaidah – Bulan Dzulqaidah merupakan bulan ke-11 dalam kalender Islam (Hijriah). Bulan ini disebut juga sebagai bulan Al-Qadah, dinamakan demikian karena dahulu mereka (orang-orang Arab) diam di tempatnya, tidak mengadakan perang dan tidak pula berpergian.

kemuliaan bulan dzulqaidah

Source: Google.com

Bulan Dzulqaidah merupakan salah satu bulan yang penuh akan kemuliaan. Bulan ini memiliki kemuliaan dan termasuk dalam asyhurul hurum atau bulan yang diharamkan untuk berbuat maksiat, kerusakan maupun pembunuhan.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, ketika Nabi Muhammad ﷺ sedang berkhotbah dalam haji wada. Nabi Muhammad ﷺ  bersabda,

“Ingatlah, sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya sejak hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun terdiri atas dua belas bulan, empat bulan di antaranya adalah bulan-bulan haram (suci); tiga di antaranya berturut-turut, yaitu Zul Qadah, Zulhijjah, dan Muharram; yang lainnya ialah Rajab Mudar, yang terletak di antara bulan Jumada (Jumadil Akhir) dan Sya’ban”.

Kemuliaan bulan Dzulqaidah juga terdapat dalam Al-Quran. Allah ﷻ berfirman dalam surah At-Taubah ayat 36.

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Artinya:

Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.

Para ulama menafsirkan ayat di atas membahas tentang bulan Dzulqaidah. Yaitu bulan-bulan haram untuk berbuat aniaya, terhadap diri sendiri maupun orang lain, karena pada bulan-bulan tersebut sanksi berbuat dosa jauh lebih berat daripada hari-hari lainnya.

Selain anjuran agar tidak berbuat maksiat dan dosa di bulan Dzulqaidah, terdapat juga kemuliaan pada bulan Dzulqaidah, berikut ulasannya.

  • Amalan Dilipat gandakan

At-Thabari memberitahukan dalam tafsirnya bahwa bulan Dzulqaidah adalah bulan haram yang berarti bahwa bulan Dzulqaidah dijadikan Allah ﷻ sebagai bulan yang suci dan memiliki kemuliaan. Pada bulan ini, amalan baik akan dilipatgandakan pahalanya sedangkan amalan buruk juga akan dilipatgandakan dosanya. 

  • Bulan Haji

Kemulian bulan Dzulqaidah selanjutnya adalah bulan ini merupakan salah satu bulan-bulan haji (asyharul hajj) yang dijelaskan oleh Allah dalam firmannya surah Al-Baqarah ayat 197:

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ

Artinya:

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklum.

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Asyhur ma’lumat merupakan bulan yang tidak sah ihram untuk menunaikan haji kecuali pada bulan-bulan ini. Dan disebutkan pula bahwa bulan-bulan tersebut adalah Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Ibnu Rajab juga menjelaskan dalam kitab Lathaaiful Ma’arif bahwa Rasulullah melaksanakan ibadah umroh sebanyak empat kali dalam bulan-bulan haji. Sedangkan Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa menunaikan umroh di bulan-bulan haji sama halnya dengan menunaikan haji di bulan-bulan haji.

Bulan-bulan haji dikhususkan oleh Allah ﷻ dengan ibadah haji, dan Allah mengkhususkan pada bulan-bulan ini sebagai waktu pelaksanaannya. Sementara umroh merupakan haji kecil, maka, waktu yang paling utama untuk melakukan umroh adalah pada bulan-bulan haji dan bulan Dzulqaidah berada di tengah-tengah bulan haji tersebut.

  • Dilarang Berperang

Karena memiliki kemuliaan di bulan Dzulqaidah, Allah ﷻ juga melarang manusia untuk berperang pada bulan tersebut. Hal ini sama dengan makna secara harfiyah dari “Dzulqa’dah” yaitu penguasa genjatan senjata.

  • Bertemunya Nabi Musa dengan Allah ﷻ 

Kemuliaan bulan Dzulqaidah lainnya adalah bahwa masa tiga puluh malam yang dijanjikan Allah ﷻ kepada nabi Musa untuk bertemu dengan-Nya terjadi pada bulan Dzulqaidah, sedangkan sepuluh malam sisanya terjadi pada bulan Dzulhijjah. Hal tersebut sebagaimana apa yang telah Allah ﷻ firmankan dalam surah Al-Araf ayat 142:

وَوٰعَدْنَا مُوْسٰى ثَلٰثِيْنَ لَيْلَةً وَّاَتْمَمْنٰهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيْقَاتُ رَبِّهٖٓ اَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً ۚوَقَالَ مُوْسٰى لِاَخِيْهِ هٰرُوْنَ اخْلُفْنِيْ فِيْ قَوْمِيْ وَاَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيْلَ الْمُفْسِدِيْنَ

Artinya:

Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Itu dia berbagai kemuliaan bulan Dzulqaidah serta penjelasannya. Mengingat pada bulan Dzulqaidah kita dianjurkan untuk berbuat baik, pastinya akan sangat sayang apabila dilewatkan begitu saja dan tentu sebaiknya kita dapat selalu mengerjakan kebaikan pada setiap momen kehidupan yang dijalani. Begitu pula dengan umroh, hal ini juga insya Allah menjadi amalan kebaikan kita kepada Allah maka sebaiknya kita ikhtiarkan sebaik mungkin agar dapat segera berumroh.

Bagi umat muslim yang sedang ingin merencanakan ibadah umroh, mari memperhatikan terlebih dahulu persyaratan dan tata cara umroh agar ibadah umroh bisa mendapatkan keberkahan dan mabrur dari Allah ﷻ. Setelah itu, mari cek pilihan paket umroh Jejak Imani agar semakin mantap berangkat ke Tanah Suci.

Untuk calon jamaah umroh yang terkendala dengan biaya, mari kenali Tabungan Umroh Jejak Imani. Tabungan Umroh Jejak Imani dapat menjadi solusi ke Tanah Suci. Tabungan Jejak Imani menawarkan cara menabung paling efisien dengan 3 keunggulan, yakni aman, transparan, Insya Allah pasti berangkat umrohnya. Dengan keunggulan ini, insya Allah niat kita untuk berangkat umroh terwujud sesuai dengan rencana.

Di Tabungan Umroh Jejak Imani, kita bisa memilih rencana tabungan umroh berdasarkan jangka waktu menabung 6, 12 bahkan 24 bulan dengan harga paket real yang berlaku pada saat jamaah berangkat. Dana jamaah juga tersimpan aman di rekening Bank Muamalat atas nama jamaah, bukan di rekening travel. Sistem seperti ini insya Allah terpercaya dan mencegah kasus uang dibawa kabur oleh biro perjalanan atau pihak tidak bertanggung jawab.

Jejak Imani bekerja sama dengan Bank Muamalat sebagai bentuk komitmen Jejak Imani menjadi travel umroh yang amanah dan terpercaya serta melindungi hak jamaah sebagai konsumen.

Tabungan Umroh Jejak Imani juga melakukan pengelolaan tabungan umroh secara transparan, dengan begitu jamaah juga dapat secara langsung mengetahui besaran tabungan umroh yang sudah disetorkan setiap bulannya. 

Selain itu, travel umroh Jejak Imani telah memperoleh SK PPIU Nomor U.533 Tahun 2020 Terakreditasi A oleh Kementerian Agama Indonesia, yang berarti Jejak Imani memiliki reputasi, kompetensi dan SIP sangat baik dalam penilaian resmi Kementerian Agama Indonesia.

Tabungan Umroh Jejak Imani juga telah bekerjasama dengan Bank Muamalat dan menjamin pengelolaan dana jamaah secara aman, transparan serta jaminan Insya Allah berangkat.

Mau perjalanan ibadah ke tanah suci lebih berkesan? Jejak Imani jawabannya.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply