Kemuliaan Bulan Dzulqaidah 2022 – Bulan Dzulqaidah merupakan bulan ke-11 dalam kalender Islam (Hijriah). Bulan ini disebut juga sebagai bulan Al-Qadah, dinamakan demikian karena dahulu mereka (orang-orang Arab) diam di tempatnya, tidak mengadakan perang dan tidak pula bepergian.

Source: Google.com

Bulan Dzulqaidah merupakan salah satu bulan yang penuh akan kemuliaan. Bulan ini memiliki kemuliaan dan termasuk dalam asyhurul hurum atau bulan yang diharamkan untuk berbuat maksiat, kerusakan maupun pembunuhan.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, ketika Nabi Muhammad ﷺ sedang berkhotbah dalam haji wada. Nabi Muhammad ﷺ  bersabda,

“Ingatlah, sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya sejak hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun terdiri atas dua belas bulan, empat bulan di antaranya adalah bulan-bulan haram (suci); tiga di antaranya berturut-turut, yaitu Zul Qadah, Zulhijjah, dan Muharram; yang lainnya ialah Rajab Mudar, yang terletak di antara bulan Jumada (Jumadil Akhir) dan Sya’ban”.

Kemuliaan bulan Dzulqaidah juga terdapat dalam Al-Quran. Allah ﷻ berfirman dalam surah At-Taubah ayat 36 yang artinya:

Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.

Para ulama menafsirkan ayat di atas membahas tentang bulan Dzulqaidah. Yaitu bulan-bulan haram untuk berbuat aniaya, terhadap diri sendiri maupun orang lain, karena pada bulan-bulan tersebut sanksi berbuat dosa jauh lebih berat daripada hari-hari lainnya.

Selain anjuran agar tidak berbuat maksiat dan dosa di bulan Dzulqaidah, terdapat juga kemuliaan pada bulan Dzulqaidah, berikut ulasannya.

  • Amalan Dilipatgandakan

At-Thabari memberitahukan dalam tafsirnya bahwa bulan Dzulqaidah adalah bulan haram yang berarti bahwa bulan Dzulqaidah dijadikan Allah ﷻ sebagai bulan yang suci dan memiliki kemuliaan. Pada bulan ini, amalan baik akan dilipatgandakan pahalanya sedangkan amalan buruk juga akan dilipatgandakan dosanya. 

  • Bulan Haji

Kemulian bulan Dzulqaidah selanjutnya adalah bulan ini merupakan salah satu bulan-bulan haji (asyharul hajj) yang dijelaskan oleh Allah dalam firmannya surah Al-Baqarah ayat 197 yang artinya:

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklum.

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Asyhur ma’lumat merupakan bulan yang tidak sah ihram untuk menunaikan haji kecuali pada bulan-bulan ini. Dan disebutkan pula bahwa bulan-bulan tersebut adalah Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Ibnu Rajab juga menjelaskan dalam kitab Lathaaiful Ma’arif bahwa Rasulullah melaksanakan ibadah umroh sebanyak empat kali dalam bulan-bulan haji. Sedangkan Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa menunaikan umroh di bulan-bulan haji sama halnya dengan menunaikan haji di bulan-bulan haji.

Bulan-bulan haji dikhususkan oleh Allah ﷻ dengan ibadah haji, dan Allah mengkhususkan pada bulan-bulan ini sebagai waktu pelaksanaannya. Sementara umroh merupakan haji kecil, maka, waktu yang paling utama untuk melakukan umroh adalah pada bulan-bulan haji dan bulan Dzulqaidah berada di tengah-tengah bulan haji tersebut.

  • Dilarang Berperang

Karena memiliki kemuliaan di bulan Dzulqaidah, Allah ﷻ juga melarang manusia untuk berperang pada bulan tersebut. Hal ini sama dengan makna secara harfiyah dari “Dzulqa’dah” yaitu penguasa genjatan senjata.

  • Bertemunya Nabi Musa dengan Allah ﷻ 

Kemuliaan bulan Dzulqaidah lainnya adalah bahwa masa tiga puluh malam yang dijanjikan Allah ﷻ kepada nabi Musa untuk bertemu dengan-Nya terjadi pada bulan Dzulqaidah, sedangkan sepuluh malam sisanya terjadi pada bulan Dzulhijjah. Hal tersebut sebagaimana apa yang telah Allah ﷻ firmankan dalam surah Al-Araf ayat 142 yang artinya:

Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Itu dia berbagai kemuliaan bulan Dzulqaidah yang dapat Anda pelajari di 2022 beserta penjelasannya. Mengingat pada bulan Dzulqaidah kita dianjurkan untuk berbuat baik, pastinya akan sangat sayang apabila dilewatkan begitu saja pada tahun 2022 ini dan tentu sebaiknya kita dapat selalu mengerjakan kebaikan pada setiap momen kehidupan yang dijalani. Begitu pula dengan umroh, hal ini juga insya Allah menjadi amalan kebaikan kita kepada Allah maka sebaiknya kita ikhtiarkan sebaik mungkin agar dapat segera berumroh.

Bagi Anda yang sudah rindu ke Tanah Suci dan ingin melakukan perjalanan ibadah umroh, Anda dapat berangkat lebih nyaman bersama Jejak Imani. Lihat juga Paket Umroh Jejak Imani disini. Dan jika Anda ingin mengetahui informasi paket dan jadwal keberangkatan yang ada di Jejak Imani Anda dapat kontak tim kami disini (Tanya dulu Konsultasi Gratis).

Bagi Anda yang terkendala biaya umroh, tidak perlu khawatir karena Jejak Imani memiliki program Tabungan Umroh. Wujudkan niat baik Anda berumroh dan menuntaskan kerinduan kepada Baginda Rasulullah ﷺ, cukup menabung Rp 23.000 per hari, impian Anda ke Tanah Suci insya Allah akan terlaksana. Dapatkan Program Tabungan Umroh khusus khusus untuk Anda, yaitu Program Tabungan Umroh yang insya Allah mempermudah jalan Anda berumroh. Silakan kontak tim kami disini (Tanya dulu Konsultasi Gratis)

Jejak Imani memiliki layanan Badal Umroh yang dilakukan secara langsung oleh tim khidmat Jejak Imani yang berada di Tanah Suci. Dapatkan biaya badal umroh khusus 2021 mulai 2 juta-an saja. Dengan biaya tersebut Anda sudah dapat mengumrohkan orangtua/keluarga/saudara yang sedang sakit keras ataupun yang sudah tidak mampu berumroh ataupun sudah meninggal. Wujudkan niat baik mengumrohkan sanak keluarga maupun kerabat dengan menghubungi tim Jejak Imani perihal Program Badal Umroh disini (Tanya dulu Konsultasi Gratis) 

Jejak Imani Travel Haji, Umroh & Islamic Tours adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa travel Biro Haji Plus, Umrah & Halal Tour. Jejak Imani berdiri sejak tahun 2014 dengan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT Jejak Imani Berkah Bersama. Jejak Imani sudah berizin resmi, dengan nomor PPIU No. U.553 Tahun 2020 dan akreditasi PPIU bernilai A dengan nomor 2020-PPIU 1-0011. Anda juga dapat melihat detail jelasnya disini Tentang Kami. 

Jejak Imani juga memiliki paket haji dengan waktu tunggu yang lebih singkat dan dapatkan pengalaman haji yang lebih nyaman bersama Jejak Imani disini

Anda juga dapat mempelajari paket haji yang terdapat di Jejak Imani, yaitu:

  1. Haji Tanpa Antri.
  2. Haji dengan Waktu Tunggu 5 Tahun.

 

Bagi Bapak/Ibu yang ingin berhaji namun terkendala biaya, Jejak Imani juga memiliki program Tabungan Haji. Untuk lebih detailnya Anda dapat menanyakan dahulu disini (Konsultasi Tabungan Haji Gratis).

Sempurnakan Rukun Islam dengan berhaji lebih nyaman dengan menikmati fasilitas bintang 5 bersama Jejak Imani.

Tidak ada kata berhenti untuk belajar, sembari menunggu umroh kembali dibuka, Jejak Imani mempersembahkan Kelas Online Premium “Ibrahim Series”, kisah manusia paling mesra kepada Allah ﷻ yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dengan bimbingan langsung oleh Ustadz H. Salim A. Fillah. Simak bagaimana sirah kehidupan syarat hikmah Nabiyullah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam disini.

Ingin perjalanan ibadah Haji, Umroh & Islamic Halal Tour 2022 Anda lebih aman dan terpercaya? Jejak Imani jawabannya, insya Allah.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply