Perbedaan Zakat, Infak & Sedekah – Ketika beramal umat Islam sudah tidak asing lagi dengan istilah zakat, infak dan sedekah. Ketiganya memiliki kesamaan yaitu, suatu kegiatan amal untuk memberikan bantuan berupa harta yang kita miliki dan diberikan kepada pihak yang sedang membutuhkan bantuan.

infak

Source: Google.com

Selain kesamaan dari ketiganya, ada juga perbedaan antara zakat, infak dan sedekah yang terletak pada sifat hukumnya. Zakat hukumnya wajib atau fardhu’ain, infak hukumnya fardhu kifayah, dan sedekah hukumnya sunnah.

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan, serta ada ketentuan siapa saja yang berhak untuk menerimanya. Sementara infak dan sedekah tidak ada aturan tertentu untuk mengamalkannya. Agar dapat mengetahui secara terperinci, berikut penjelasan prihal perbedaan antara zakat, infak dan sedekah di bawah sini.

Zakat

Zakat Merupakan rukun Islam yang ke-4. Zakat terdiri dari dua macam dan wajib diketahui oleh umat Islam, yaitu; zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam dan diberikan kepada yang berhak menerima sesuai dengan syariat Islam. Zakat berasal dari kata “zaka” yang artinya suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Allah ﷻ dalam Surah At-Taubah ayat 103,

 

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Artinya:

Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Para ulama sepakat mengeluarkan zakat hukumnya adalah wajib bagi setiap umat Islam yang memenuhi syarat wajib zakat. Sebagaimana ketentuan dalam syariah agama Islam. Perintah mengeluarkan zakat tertuang dalam ayat dalam Al-Quran. Allah ﷻ dalam Surah Al-Baqarah ayat 110,

 

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ ۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Artinya:

Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Zakat terdiri dari dua macam yaitu, zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam pada bulan Ramadhan. Tepatnya saat menjelang Idul Fitri. Besaran zakat fitrah setara dengan 3,5 liter atau sekitar 2,5 kg makanan pokok.

Zakat mal atau biasa disebut dengan zakat harta adalah zakat yang wajib dikeluarkan umat Islam sesuai dengan nisab dan haulnya. Nisab merupakan syarat minimum harta yang dapat dikategorikan sebagai wajib zakat. Sementara haul adalah masa kepemilikan harta sudah berlalu selama 12 bulan, dengan perhitungan jumlah harta sebesar 2,5%.

Infak

Infak secara bahasa berasal dari kata anfaqa yang artinya mengeluarkan atau membelanjakan harta yang dimiliki. Secara istilah syariah, infak berarti mengeluarkan sebagian harta atau penghasilan untuk kepentingan yang diperintahkan Islam. Seperti contoh menyumbang kepada anak yatim piatu, fakir, miskin, menyumbang untuk pembangunan masjid atau menolong orang yang sedang kena musibah.

Hukum dari infak adalah wajib atau fardhu khifayah, yaitu kewajiban bagi sekelompok orang untuk melaksanakan perintah Allah ﷻ sesuai ketentuan syariat agama Islam. Contoh mengisi uang ke kotak amal untuk operasional dan perawatan masjid adalah infak. Allah ﷻ memberi kebebasan kepada pemberi infak untuk menentukan besaran serta waktu untuk dikeluarkannya (infak yang dikeluarkan), sebagai tanda takwa dan beriman kepada Allah ﷻ.  Allah ﷻ dalam Surah Al-Baqarah ayat 261,

 

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Artinya:

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

Sedekah

Sedekah diambil dari bahasa arab “shadaqah”, berasal dari kata sidiq yang berarti kebenaran. Sedekah adalah harta yang dikeluarkan oleh seorang atau badan usaha diluar zakat untuk membantu orang.

Setiap umat Islam yang memiliki kelebihan rezeki (harta) diperintahkan untuk mengeluarkan sedekah atau membagikan sebagian hartanya kepada orang yang membutuhkan. Allah ﷻ berjanji membalasnya dengan kebaikan dalam Surah At-Talaq ayat 7,

 

 لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهٖۗ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهٗ فَلْيُنْفِقْ مِمَّآ اٰتٰىهُ اللّٰهُ ۗ لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا مَآ اٰتٰىهَاۗ سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا ࣖ

Artinya:

Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.

Sedekah menjadi salah satu sifat yang sangat di cintai oleh ﷻ. Bahkan Nabi Muhammad ﷻ bersabda, salah satu keutamaan sedekah dapat menjaga diri dari api neraka, 

“Jaga lah diri kalian dari neraka sekalipun hanya sedekah setengah biji kurma. Barangsiapa yang tak mendapatkannya, maka ucapkanlah perkataan yang baik.” (HR. Bukhari & Muslim)

Sedekah tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja, namun juga dapat berupa jasa yang bermanfaat untuk orang lain. Hukum dari sedekah adalah sunnah, yaitu amalan yang apabila dilakukan akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dilakukan tidak akan mendapatkan dosa.

Semoga dari pembahasan ini, Anda dapat mengetahui makna dan perbedaan antara zakat, infak dan sedekah menurut agama Islam dan semoga dapat menjadi manfaat apabila ingin dilakukan di kemudian hari. Insya Allah, kita semua selalu dalam keadaan sehat dan semakin bertaqwa kepada kepada Allah ﷻ. 

Jejak Imani menawarkan keragaman paket dan program terbaik khusus untuk Anda yang sedang merencanakan ibadah haji ke Tanah suci dan ingin mendapatkan waktu antri yang singkat sambil menikmati fasilitas bintang 5, bisa lihat disini.

Apabila Anda ingin beribadah umroh terlebih dahulu, namun terkendala oleh biaya atau waktu (akibat pandemi Covid-19) Anda juga dapat melihat Program menarik dari Jejak Imani, yaitu Program Tabungan Umroh. Cukup menabung Rp 23.000 per hari, impian Anda ke Tanah Suci akan terlaksana.

Mari pelajari kisah manusia paling mesra kepada Allah ﷻ yaitu Nabi Ibrahim AS dengan bimbingan langsung oleh Ustadz H. Salim A. Fillah sekaligus meraih ketenangan dalam hidup dengan mempelajari sirah kehidupan syarat hikmah dari Nabi Ibrahim AS, Anda dapat mendaftarkan diri disini (Gunakan kode voucher: ibrahim) untuk mendapatkan potongan harga Rp 50.000.

Jejak Imani juga dapat memfasilitasi Anda berlibur ke negara Turki. Mempelajari peradaban Islam disana, sambil menikmati keindahan alamnya, bisa Anda dapatkan paketnya disini.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply