Sholat Tahajud – Bulan suci Ramadhan adalah waktu dimana umat Muslim dapat memaksimalkan dan berlomba-lomba dalam beribadah. Tidak hanya ibadah puasa, sholat tarawih ditambah sholat witir juga merupakan ibadah penting yang biasanya umat Muslim maksimal lakukan pada bulan suci Ramadhan.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda

“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat witir.” (HR. Bukhari 998 dan Muslim 749).

Dari hadits diatas, banyak umat Muslim yang membutuhkan penjelasan perihal menjalankan sholat tahajud pada bulan Ramadhan karena di Indonesia, kebiasaan yang dilakukan setelah sholat tarawih adalah melengkapinya dengan sholat witir. Lalu apakah boleh sholat tahajud setelah sholat witir?

sholat tahajud

Source: Google.com

Beberapa ulama berpendapat bahwasanya hadits diatas tidaklah melarang seorang Muslim melakukan sholat sunnah tahajud setelah sholat witir karena terdapat hadits yang memperbolehkan sholat tahajud setelah sholat witir, diantaranya sebagai berikut:

Dari hadis Aisyah ra, beliau menceritakan sholat malamnya Nabi Muhammad ﷺ sebagai berikut,

“Kemudian beliau bangun untuk melaksanakan rakaat kesembilan, hingga beliau duduk tasyahud, beliau memuji Allah dan berdoa. Lalu beliau salam agak keras, hingga kami mendengarnya. Kemudian beliau shalat dua rakaat sambil duduk.” (HR. Muslim 746).

Imam An-Nawawi mengatakan, “Yang benar, dua rakaat yang dikerjakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah witir dalam posisi duduk adalah dalam rangka menjelaskan bahwa boleh shalat setelah witir, dan menjalaskan boleh shalat sunah sambil duduk, meskipun itu tidak beliau jadikan kebiasaan. Namun beliau lakukan sesekali atau beberapa kali.” (Syarah Shahih Muslim, 6:21).

Dan dari hadist Jabir bin ‘Abdillah, Nabi Muhammad ﷺ pernah suatu ketika bertanya kepada para sahabatnya,

Nabi bertanya kepada Abu Bakar, ” Kapankah kamu melaksanakan witir?” Abu Bakr menjawab, “Saya melakukan witir di permulaan malam”. Dan beliau bertanya kepada Umar, “Kapankah kamu melaksanakan witir?” Umar menjawab, “Saya melakukan witir pada akhir malam”. Kemudian beliau berkata kepada Abu Bakar, “Orang ini melakukan dengan penuh hati-hati.” Dan kepada Umar beliau mengatakan, “Sedangkan orang ini begitu kuat.” (HR. Abu Daud no. 1434 dan Ahmad 3/309. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Sementara dalam riwayat lain, Abu Bakr As-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, pernah mengatakan, 

“Untuk saya, saya tidur dulu, jika saya bangun, saya akan shalat 2 rakaat – 2 rakaat, sampai subuh.” (HR. Al-Atsram, disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni, 2/120)

Dalam riwayat lain hadis dari Tsauban Radhiyallahu’anhu, beliau pernah melakukan safar bersama Nabi Muhammad ﷺ kemudian Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya safar ini sangat berat dan melelahkan. Apabila kalian telah witir, kerjakanlah shalat 2 rakaat. Jika malam harinya dia bisa bangun, (kerjakan tahajud), jika tidak bangun, dua rakaat itu menjadi pahala shalat malam baginya.” (HR. Ibnu Hibban 2577, Ibnu Khuzaimah 1106, Ad-Darimi 1635, dan dinilai shahih oleh Al-‘Adzami).

Ditarik kesimpulan dari rentetan hadits di atas bahwa, sholat tahajud dapat dilakukan sehabis sholat witir, berdasarkan sunnah yang dilakukan secara langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ .

Semoga para pembaca mendapatkan pencerahan dari penjelasan boleh tidaknya sholat tahajud yang dilakukan setelah sholat witir sehingga tidak ada lagi keraguan dan kebingungan dalam melaksanakannya. Mari berlomba-lomba dalam kebaikan, melakukan ibadah terbaik demi pahala dan pengampunan terbaik dari Allah ﷻ di Ramadhan ini, insya Allah.

Teruntuk umat muslim yang sedang menjalankan puasa bulan Ramadhan pada tahun ini, dapat mengunduh jadwal Imsakiyah puasa Ramadhan disini dan bagi Anda yang ingin berpuasa sambil menjelajahi keindahan Turki juga dapat melihat paket di Jejak Imani.

Semoga Bermanfaat!

Leave a Reply