Taaruf – Istilah taaruf mungkin sudah tidak asing lagi bagi orang yang sedang ingin mendapatkan jodoh. Taaruf berasal dari kata ta’arafa – yata’arafu, artinya saling mengenal sebelum menuju jenjang pernikahan.

Allah ﷻ berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13,

يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

Artinya:

Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (li-ta’arofu).

taaruf

Source: Google.com

Taaruf umumnya dilakukan sebelum khitbah. Yang dimaksud dengan khitbah adalah meminang atau lamaran, menawarkan diri untuk menikah.

Tata Cara Pelaksanaan Taaruf

  • Niat

Yang pertama harus Anda lakukan adalah dengan menguatkan niat. Niatkan diri Anda untuk taaruf betul-betul karena ada itikad baik, yaitu dengan menikah. Bukan karena alasan seperti ingin mempermainkan orang lain. Maka insya Allah Anda akan mendapatkan hasil yang terbaik dari Allah ﷻ.

Nabi Muhammad ﷻ  bersabda,

“Kalian tidak akan beriman sampai kalian menyukai sikap baik untuk saudaranya, sebagaimana dia ingin disikapi baik yang sama.” (HR. Bukhari & Muslim)

  • Tidak Boleh Berduaan

Sebelum terjadinya akad nikah, kedua calon pasangan, baik lelaki maupun wanita, yang statusnya adalah orang lain (belum halal). Keduanya tidak diperkenankan untuk berduaan. Sebab jika hanya berduaan antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim, setan menjadi pihak ketiga. Hal tersebut dikhawatirkan menjerumuskan manusia pada tindakan maksiat.

Nabi Muhammad ﷻ  bersabda,

“Jangan sampai kalian berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya), karena setan adalah orang ketiganya.” (HR. Ahmad dan dishahihkan Syu’aib al-Arnauth).

  • Tukar Biodata

Pada saat taaruf, masing-masing dapat saling menceritakan biografinya secara tertulis sehingga tidak harus melakukan pertemuan untuk saling cerita. Terkadang, tulisan dapat mewakili lisan, meskipun tidak semuanya harus dibuka. Ada bagian yang perlu terus terang, terutama terkait data yang diperlukan untuk kelangsungan keluarga. Informasi tambahan juga bisa didapatkan atau diberitahukan melalui pihak ketiga seperti kakak, saudara, kerabat, orang tua atau sahabat dan teman karib.

  • Bertemu

Setelah taaruf diterima, bisa dilanjutkan dengan nadzor. Nadzor bisa dilakukan dengan cara datang ke rumah calon pengantin wanita dan menghadap langsung kepada orang tuanya untuk memberitahukan niat serius Anda kepada anaknya sambil melihat wajah wanitanya. Memandang wajah wanita saat bertaaruf halal dilakukan selama tidak berlebihan dan agar timbul cinta supaya pernikahan insya Allah langgeng.

Dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu anhu, beliau menceritakan,

“Suatu ketika aku berada di sisi Nabi shallallahu’alaihi wasallam, tiba-tiba datanglah seorang lelaki. Dia ingin menikahi wanita Anshar. Lantas Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bertanya kepadanya,

“Apakah engkau sudah melihatnya?”

Jawabnya, “Belum.”

Lalu beliau memerintahkan,

انْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا

“Lihatlah wanita itu, agar cinta kalian lebih langgeng.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan dihasankan al-Albani)

  • Memberikan Hadiah

Memberikan hadiah sebelum pernikahan boleh dimiliki oleh wanita atau calon istri. Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Semua mahar, pemberian, dan janji sebelum akad nikah itu milik penganten wanita. Lain halnya dengan pemberian setelah akad nikah, itu semua milik orang yang diberi”. (HR. Abu Daud 2129)

Apabila berlanjut menikah, maka hadiah menjadi hak pengantin wanita. Jika menikah dibatalkan, maka hadiah bisa dikembalikan.

Semoga dari pembahasan ini, Anda dapat melakukan taaruf sesuai syariat Islam dan Insya Allah, segala upaya Anda untuk taaruf akan mendapatkan hasil yang terbaik dan hati Anda selalu tawakal terhadap ketentuan Allah ﷻ.

Jejak Imani menawarkan keragaman paket dan program terbaik khusus untuk Anda yang sedang merencanakan ibadah haji ke Tanah suci dan ingin mendapatkan waktu antri yang singkat sambil menikmati fasilitas bintang 5, bisa lihat disini.

Apabila Anda ingin beribadah umroh terlebih dahulu, namun terkendala oleh biaya atau waktu (akibat pandemi Covid-19) Anda juga dapat melihat Program menarik dari Jejak Imani, yaitu Program Tabungan Umroh. Cukup menabung Rp 23.000 per hari, impian Anda ke Tanah Suci akan terlaksana.

Mari pelajari kisah manusia paling mesra kepada Allah ﷻ yaitu Nabi Ibrahim AS dengan bimbingan langsung oleh Ustadz H. Salim A. Fillah sekaligus meraih ketenangan dalam hidup dengan mempelajari sirah kehidupan syarat hikmah dari Nabi Ibrahim AS, Anda dapat mendaftarkan diri disini (Gunakan kode voucher: ibrahim) untuk mendapatkan potongan harga Rp 50.000.

Jejak Imani juga dapat memfasilitasi Anda berlibur ke negara Turki. Mempelajari peradaban Islam disana, sambil menikmati keindahan alamnya, bisa Anda dapatkan paketnya disini.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply