Makanan khas Arab Saudi pada umumnya mengandung banyak rempah-rempah. Orang Arab biasanya sangat suka dengan daging kambing, daging ayam, kalkun, gandum dan makanan lainnya yang bercita rasa rempah nan lezat.

Kekhasan kuliner Saudi dan rasanya yang penuh aroma rempah hangat adalah hal yang dicari para jamaah umrah (umroh) yang ingin berpetualang mencari kuliner yang berbeda dengan makanan nusantara.

makanan khas arab

Source: Google.com

Buat jamaah umroh yang sedang beribadah ke Tanah Suci, makanan khas Arab Saudi adalah hal yang wajib dicoba, baik oleh pecinta kuliner dan juga para jamaah yang ingin merasakan makanan yang dimakan oleh penduduk lokal. Berikut 8 makanan khas Arab Saudi yang wajib dicoba.

  • Albaik Fried Chicken
Albaik Fried Chicken

Source: Google.com

Ayam goreng berbalut tepung ini adalah makanan khas Arab Saudi yang selalu dicari para jamaah umrah (umroh) Indonesia, bahkan banyak sekali jasa titip (jastip) yang memfasilitasi pembelian ayam ini dengan harga fantastis. Berbeda dengan ayam goreng tepung restoran franchise manapun yang ada di Indonesia, ayam Albaik ini memiliki sentuhan rempah ringan pada adonan tepungnya sehingga lebih terasa otentik dan lezat. Selain itu, bumbu ayam Albaik ini meresap sampai ke dalam, ketika ayam Albaik dibelah, bisa terlihat bumbu kemerahan di tengah dagingnya sehingga dagingnya pun berasa/tidak hambar. Ada pilihan menu ayam goreng tepung dan juga nugget yang sering jadi incaran jamaah Indonesia. Tidak sedikit jamaah Indonesia yang menjadikan Albaik sebagai oleh-oleh untuk keluarga tercinta di Indonesia. Jamaah dapat membeli Albaik di Madinah maupun Makkah di sekitar masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

  • Nasi Bukhari
Nasi Bukhari

Source: Google.com

Nasi Bukhari menjadi nasi yang populer di bagi orang arab tidak terkecuali bagi para jamaah umroh. Nasi Bukhari biasa disajikan dengan potongan daging kambing atau ayam panggang, dengan rasa rempah yang kuat menjadikan makanan khas Arab Saudi ini menjadi pilihan favorit bagi yang pernah mencobanya.

  • Nasi Kabsah
Nasi Kabsah

Source: Google.com

Makanan khas Arab Saudi berikutnya adalah Nasi Kabsah. Nasi ini terlihat menyerupai seperti nasi goreng namun dengan cita rasa yang tentu berbeda. Nasi Kabsah terbuat dari bumbu rempah yang dicampur dengan nasi, potongan daging kambing/ayam dengan rasa yang cenderung hangat dan sedikit pedas sehingga nasi ini menjadi salah satu pilihan favorit para jamaah umrah (umroh) ketika beribadah ke Tanah Suci. Nasi Kabsah dapat dengan mudah ditemukan di kawasan pertokoan dan restoran yang menjual makanan di sekitar hotel baik di Makkah (Mekkah) maupun Madinah dengan harga yang cukup terjangkau. Nasi Kabsah juga biasa dihidangkan pada restoran hotel penginapan jamaah Umrah.

  • Nasi Mandi
Nasi Mandi

Source: Google.com

Jamaah umrah (umroh) Indonesia sudah pasti sangat kenal dengan nasi Mandi. Makanan khas Arab Saudi ini mudah didapatkan di Indonesia dan juga di Arab Saudi. Nasi Mandi mempunyai cita rasa yang sangat gurih, berwarna putih kekuningan, disajikan dengan potongan daging kambing/ayam panggang dan salad. Tentu cita rasa dan sensasi menyantap Nasi Mandi ini akan berbeda jika dilakukan dengan suasana pelataran halaman Masjid Nabawi atau Masjidil Haram sambil beristirahat makan sejenak bersama keluarga atau teman satu rombongan jamaah umrah setelah beri’tikaf di masjid. Sangat wajib dicoba. Menu nasi ini bisa didapatkan juga di pertokoan sekitar masjid dan hotel.

  • Samosa
Samosa

Source: Google.com

Jika di Indonesia ada kue tradisional bernama pastel, Arab Saudi memiliki kue tradisional bernama samosa. Bentuk samosa sangat mirip dengan pastel. Hal yang membuatnya berbeda adalah samosa berisikan daging kambing, daging sapi, daging ayam, sayuran, telur dan keju dengan sentuhan rasa seperti kari dan rempah.

Samosa biasa dihidangkan sebagai makanan pembuka di negara Arab Saudi terutama saat berbuka puasa. Tidak heran kalau Samosa menjadi salah satu pilihan makanan khas Arab Saudi favorit bagi jamaah umroh yang sedang beribadah di Tanah Suci selama bulan Ramadhan. Samosa dapat ditemukan di pertokoan sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang menjual makanan dan minuman ringan dengan harga yang sangat terjangkau. Samosa juga mudah didapatkan sebagai menu sarapan hotel jamaah umroh.

  • Shawarma
Shawarma

Source: Google.com

Jenis makanan ini juga sering dijumpai di negara Indonesia, orang Indonesia biasa menyebutnya kebab dan di Arab Saudi makanan ini disebut dengan Shawarma. Hidangan Shawarma disajikan dengan bentuk roti sebagai bungkus dengan isian daging domba/kambing/ayam panggang, sayur-sayuran atau kentang. Shawarma menjadi salah satu makanan khas Arab Saudi favorit jamaah umrah (umroh) Indonesia karena bentuknya yang mudah dibawa, penyajiannya yang cepat dan dapat dijadikan camilan. Kedai yang menjual Shawarna juga mudah ditemukan di sekitar hotel dan pada pertokoan di sepanjang jalan menuju Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

  • Daging Kambing Madu
Daging Kambing Madu

Source: Google.com

Sebuah hidangan makanan khas Arab Saudi terutama bagi penduduk madinah yang mayoritas adalah petani dan penggembala kambing adalah daging kambing bakar madu, rasa dan tekstur daging yang berbeda dengan olesan madu ini menjadi incaran semua peziarah tanah suci jika berada di Madinah. Bertempat di pertengahan jarak antara  jabal uhud dan masjid nabawi ini selalu ramai dengan para penduduk Madinah dan peziarah juga. Makanan ini lebih dikenal dengan nama Khoruf Bil Asl.

  • Shakshuka
Shakshuka

Source: Google.com

Shakshuka merupakan makanan khas Arab Saudi yang berbahan dasar telur. Dengan campuran rempah-rempahan dan telur membuat makananan ini terlihat seperti omelet. Para jamaah umroh biasanya memakan makanan ini ketika sarapan di hotel.

  • Mutabbaq 
Mutabbaq

Source: Google.com

Terakhir makanan khas Arab Saudi adalah Mutabbaq. Kalau dilihat dari bentuknya sangat mirip dengan martabak, mutabbaq sendiri adalah martabak khas Arab Saudi. Asal mula martabak di Indonesia dibawa oleh para pedagang Jazirah Arab yang mengenalkan kuliner ini ke orang Indonesia. Mutabbaq berisi sayuran dan daging, biasa dimakan sebagai cemilan atau lauk pendamping nasi. Akan berbeda jika mencobanya langsung di Arab Saudi sehingga tidak sedikit jamaah Indonesia yang berburu mutabbaq di sekitar hotel dan masjid.

Keanekaragaman makanan khas Arab Saudi sangat perlu dicoba oleh para jamaah umroh selama berada di Tanah Suci. Salah satu bentuk wisata selama berada di Tanah Suci adalah mencoba mengeksplorasi berbagai jenis makanan khas Arab Saudi.

Untuk para calon tamu Allah yang sedang merencanakan ibadah umroh pada tahun ini, silahkan simak artikel Jejak Imani lainnya tentang Persyaratan dan Rukun Umroh. Dan bagi Para calon jamaah yang berkeinginan berangkat di tahun ini juga dapat pilihan paket yang ada di Jejak Imani, disana anda dapat menemukan pilihan yang paket yang tepat sesuai kebutuhan dan anggaran.

Ingin perjalanan ibadah ke Haramain lebih berkesan dan nyaman? Jejak Imani insya Allah jawabannya.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply