Rukun Haji – Rukun haji dalam agama Islam merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan dalam pelaksanaan ibadah haji. Sama halnya dengan ibadah lainnya, dalam melaksanakan ibadah haji juga ada rukun-rukun yang harus dipenuhi agar sempurna pula ibadahnya.

Rukun haji adalah rentetan aktivitas yang dilakukan selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Haji secara istilah adalah berkunjung ke Baitullah (Ka’bah) pada waktu-waktu tertentu untuk melakukan amalan dengan niat melakukan ibadah.

Dengan mematuhi rukun haji secara baik dan benar, insya Allah ibadah haji pun akan sah dan semoga mabrur. Haji memiliki lima rukun yang wajib diketahui, simak penjelasannya berikut ini.

  • Ihram
ihram rukun haji

Source: Google.com

Rukun haji yang pertama adalah ihram. Pada pelaksanaannya, para jemaah haji mengenakan pakaian ihram (tanpa jahitan) dan meniatkan diri untuk beribadah haji dan dilakukan dari miqat (perbatasan awal mula ibadah haji).

  • Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah

Source: Google.com

Wukuf adalah berdiam diri, namun bukan berarti ibadah ini dilakukan dengan hanya berdiam diri dan tidak memikirkan apapun. Ketika memasuki masa wukuf, para jamaah haji hendaknya selalu berdzikir dan berdoa di padang Arafah. Wukuf dilakukan dari matahari terbit hingga terbenam. Rukun ke dua haji ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai 10 Dzulhijjah.

  • Tawaf
tawaf

Source: Google.com

Tawaf adalah ibadah yang dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Pada titik awal pengerjaan rukun haji ketiga ini, para jamaah memulainya dari Hajar Aswad dan dianjurkan untuk mengusap ketika melewatinya. Bila tidak memungkinkan untuk mengusap Hajar Aswad karena ramai dan penuh, jamaah diperbolehkan memberikan isyarat dengan melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad.

  • Sa’i 
sa'i rukun haji

Source: Google.com

Lalu rukun haji yang selanjutnya adalah melakukan sa’i, dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah sebanyak tujuh kali putaran. Setelah berada di atas bukit Shafa dan menghadap ke arah Ka’bah (kiblat), jamaah membaca doa sa’i dan doa-doa lainnya.

Rangkaian ibadah sa’i berasal dari kisah Siti Hajar (istri Nabi Ibrahim) ketika mencarikan minum untuk Nabi Ismail yang masih kecil. Siti Hajar, berbolak-balik mencari air dari sumber mata air yang kini dikenal dengan air Zam-zam.

  • Tahalul 
tahallul rukun haji

Source: Google.com

Rukun haji selanjutnya adalah tahalul (mencukur minimal tiga helai rambut). Setelah melakukan serangkaian ibadah mulai dari ihram hingga sa’i, jamaah diharuskan untuk melakukan tahalul atau memotong rambut di bukit Marwah. Untuk laki-laki lebih baik mencukur rambut sampai habis dan untuk wanita dianjurkan memotong rambut minimal tiga helai. Untuk waktu pelaksanaanya setelah lewat tanggal 10 Dzulhijjah.

Selanjutnya, hal yang perlu dipahami dan juga dilaksanakan adalah wajib haji. Wajib haji ada 6 rangkaian, yaitu:

  1. Mabit di Muzdalifah (bermalam di Muzdalifah)
  2. Melempar jumrah aqabah sebanyak tujuh kali
  3. Melempar tiga jumrah di hari tasyriq (11,12, dan 13 Dzulhijjah)
  4. Mabit pada malam tasyriq 
  5. Ihram dan miqat
  6. Tawaf wada

Wajib haji tidak berpengaruh pada keabsahan haji. Jamaah haji yang meninggalkan tanpa uzur terkena dosa atas kelalaiannya dan diwajibkan membayar denda atau dam. Ibadah haji tetap sah jika jamaah membayar dam.

Sedangkan rukun haji menentukan keabsahan ibadah haji. Rukun haji tidak dapat digantikan dengan denda maupun dam dan lainnya.

Pastikan melaksanakan seluruh rukun haji secara berurutan dengan tidak melewati atau melompatinya. Insya Allah ibadah haji dapat terlaksana dengan sempurna atau sah.

Berkunjung ke Tanah Suci dan melakukan ibadah di haramain adalah impian setiap umat muslim. Semoga dengan memahami setiap rukun haji dengan baik, dapat membuat ibadah haji kita sah dan insya Allah mabrur.

Bagi Anda, Bapak/Ibu/Sahabat yang sedang merencanakan ibadah haji plus atau ONH plus atau paket haji khusus, insya Allah Jejak Imani dapat menjadi solusinya. Dapatkan fasilitas haji plus, haji khusus yang lebih nyaman bersama Jejak Imani sebagai travel terakreditasi A oleh Kementerian Agama dengan keunggulan sebagai berikut:

  1. Bimbingan Insentif; pembimbing Jejak Imani adalah asatidz dengan background keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan
  2. Muthawwif Berpengalaman; jamaah haji akan selalu dibersamai oleh muthawwif dari mahasiswa salah satu universitas di Arab Saudi
  3. Tenda Mina Dekat; Jejak Imani menggunakan fasilitas VIP selama perjalanan haji, salah satunya tenda Mina yang dekat Jamarat antara Maktab 111-115
  4. Maskapai Plat Merah; demi kenyamanan dan kepastian keberangkatan, Jejak Imani memilih maskapai Garuda Indonesia atau Saudi Airlines, direct tanpa transit untuk
  5. Bus Eksekutif; selama perjalanan di tanah suci, jamaah akan difasilitasi bus AC eksekutif keluaran tahun terbaru
  6. Radiophone; saat bimbingan tawaf, sa’i dan prosesi ritual haji, jamaah haji akan selalu dibimbing oleh tim Khidmat Jejak Imani melalui radiophone.

Tanya dulu Paket Haji Khusus disini, KONSULTASI GRATIS!

Selain itu, Jejak Imani juga merupakan Biro Travel Haji dan Umroh Berizin Resmi oleh Kementerian Agama RI SK PIHK No. 394 Tahun 2021 dan SK PPIU No. U.533 Tahun 2020 dan Terakreditasi A oleh Kementerian Agama Indonesia, yang berarti Jejak Imani memiliki reputasi, kompetensi dan SIP sangat baik dalam penilaian resmi Kementerian Agama Indonesia.

Mari wujudkan niat ibadah haji Anda bersama Jejak Imani mulai dari sekarang. Ingin perjalanan ibadah haji ke tanah suci lebih berkesan dan lebih nyaman? Insya Allah, Jejak Imani jawabannya.

HAJI bersama JEJAK IMANI, Mari Memenuhi Panggilan, Mabrur Bersama Kekasih Ar Rahmaan..

Tanya dulu Paket Haji Khusus disini, KONSULTASI GRATIS!

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply