Ingin ibadah umrah (umroh) kamu sempurna? Kenali terlebih dahulu lima rukun umroh yang wajib dilaksanakan.

Rukun umrah (umroh) dalam agama Islam artinya kewajiban yang harus dilakukan dalam pelaksanaan ibadah umroh. Sama halnya dengan ibadah lainnya, dalam melaksanakan ibadah umroh juga ada rukun yang harus dipenuhi.

Rukun umroh

Source: Freepik.com

Rukun umrah (umroh) adalah rentetan aktivitas yang dilakukan selama pelaksanaan ibadah umroh. Umroh secara istilah adalah berkunjung ke Baitullah (Ka’bah) yang berada di Mekkah atau tanah suci.

Dengan mematuhi rukun umroh secara baik dan benar, insya Allah ibadah umroh pun akan sah dan semoga mabrur. Umrah (umroh) memiliki lima rukun yang wajib diketahui, simak penjelasannya berikut.

  • Niat atau Ihram

Merupakan hal yang lumrah dalam agama Islam, dimana semua kegiatan diawali dengan niat, begitu pula dengan ibadah umroh. Rukun umroh yang pertama adalah niat yang bisa diartikan juga sebagai ihram. Pada pelaksanaannya, para jemaah umroh mengenakan pakaian ihram (tanpa jahitan) dan meniatkan diri untuk beribadah umroh dilakukan dari miqat (perbatasan awal mula ibadah umroh).

Usai memasuki waktu miqat, dianjurkan untuk melantunkan talbiyah selama perjalanan menuju Mekkah.

“Labbaik allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”.

Artinya:

Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu 

  • Tawaf

Rukun umroh selanjutnya adalah Tawaf, yakni mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Tiga putaran pertama jalan cepat dan sisanya biasa. Dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir pula di Hajar Aswad.

Pada titik awal dimulai dari Hajar Aswad dan dianjurkan untuk mengusap ketika melewatinya. Bila tidak memungkinkan untuk mengusap Hajar Aswad, jamaah diperbolehkan dengan memberikan isyarat dengan melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad.

Selama proses Tawaf, jemaah diperbolehkan untuk berdzikir maupun berdoa.

  • Sa’i

Lalu rukun umroh yang selanjutnya adalah melakukan sa’i, dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah sebanyak tujuh kali putaran. Setelah berada di atas bukit Shafa dan menghadap ke arah Ka’bah (kiblat), bacalah doa yang berbunyi:

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil-hamd. Allahu Akbar ‘alaa maa hadaanaa wal-hamdu lillahi ‘alaa maa aulaanaa. Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu biyadihil-khairu wa huwa ‘alaa kulli syaiin qodiir. Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, anjaza wa’dahu, wa nashara ‘abdahu, wa hazamal-ahzaaba wahdahu, laa ilaaha illallahu wa laa na’budu illa iyyaahu mukhlishiina lahud-diina wa law karihal-kaafiruun”.

Artinya: 

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikanNya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkanNya kepada kami, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu baginya. Baginya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, pada kekuasaan Nya segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu baginya, yang telah menepati janjinya, menolong hambanya dan dia sendiri menghancurkan musuh-musuhNya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepadanya dengan ikhlas semata kepadanya walaupun orang-orang kafir membenci.

Rangkaian ibadah sa’i berasal dari kisah Siti Hajar (istri Nabi Ibrahim) ketika mencarikan minum untuk Nabi Ismail yang masih kecil. Siti Hajar, berbolak-balik mencari air dari sumber mata air yang kini dikenal dengan air Zam-zam.

  • Tahalul

Rukun umroh selanjutnya adalah tahalul (mencukur minimal tiga helai rambut). Setelah melakukan beberapa rangkaian ibadah, jemaah diharuskan untuk melakukan tahalul atau memotong rambut di bukit Marwah. Untuk laki-laki lebih baik mencukur rambut sampai habis dan untuk wanita dianjurkan memotong rambut minimal tiga helai, seperti yang dijelaskan oleh imam An-Nawawi. Dengan melakukan Tahalul, maka sempurnalah tata cara umroh lengkap sesuai sunnah.

  • Tertib

Rukun umroh yang ke lima adalah tata tertib. Yang dimaksud dengan tata tertib adalah para jemaah umroh harus memastikan melaksanakan segala rukun umroh satu per satu sesuai dengan urutan yang sudah diterapkan.

Pastikan melaksanakan seluruh rukun umroh secara berurutan dengan tidak melewati atau melompatinya. Insya Allah ibadah umroh dapat terlaksana dengan sempurna atau sah.

Berkunjung ke Tanah Suci dan melakukan ibadah di haramain adalah impian setiap umat muslim. Semoga dengan memahami setiap rukun umroh dengan baik, dapat membuat ibadah umroh kita sah dan insya Allah mabrur.

Sebelum merencanakan ibadah umroh, sebaiknya calon tamu Allah memperhatikan terlebih dahulu persyaratan, tata cara dan juga rukun umroh agar ibadah umroh insya Allah sah (mabrur). Langkah selanjutnya adalah mencari paket umroh terbaik. Jejak Imani menyediakan berbagai pilihan paket umroh yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Ingin perjalanan ibadah ke Tanah Suci lebih nyaman dan berkesan? Jejak Imani jawabannya.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply