Buat yang ingin beribadah umroh, yuk kenali perbedaan haji dan umroh secara terperinci agar tidak keliru!

Haji dan umroh merupakan dua ibadah yang sangat dinantikan dan dirindukan oleh setiap umat muslim. Mengunjungi dua tanah suci dan berhaji, tentu merupakan rukun islam yang butuh usaha keras untuk mewujudkannya. Dengan kondisi haji yang waktu tunggunya lama, umat islam memiliki pilihan berumrah, ibadah yang dapat menghapuskan dosa-dosa dan mengobati kerinduan kepada haramain. Meskipun sama-sama beribadah ke tanah suci, haji dan umrah (umroh) ternyata memiliki perbedaan. Seperti apa perbedaannya?

perbedaan haji dan umroh

Source: Freepik.com

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah 196

وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ

 

Wa atimmul-hajja wal-‘umrata lillah

Artinya:

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah.”

Dalam ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan umat islam melaksanakan ibadah haji dan umrah. Seperti apa perbedaaan haji dan umroh, mari kita bedah satu per satu. Haji adalah berkunjung ke Baitullah (Ka’bah) untuk melakukan ibadah thawaf, sa’i dan wukuf di Arafah serta amalan lainnya sebagai bentuk memenuhi panggilan Allah ﷻ. Ibadah haji merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan satu kali seumur hidup bagi seluruh umat islam. Ibadah haji diwajibkan bagi muslim dan muslimah yang mampu secara fisik, finansial dan waktu. Selain itu, ibadah haji juga termasuk dalam rukun islam yang kelima.

Sementara umrah (umroh) secara bahasa memiliki arti memakmurkan dan berkunjung. Secara istilah, umroh adalah berkunjung untuk memakmurkan Baitullah (Ka’bah) dengan melakukan thawaf, sa’i dan diakhiri tahalul (tahalul disimbolkan dengan mencukur minimal tiga helai rambut). Hukum ibadah umroh adalah sunnah, dan dapat dilakukan kapanpun pada setiap tahunnya.

Allah SWT berfirman dalam surah Ali ‘Imran 96

 

اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ

 

 Inna awwala baitiw wuḍi’a lin-nāsi lallażī bibakkata mubārakaw wa hudal lil-‘ālamīn 

Artinya:

“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.”

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Baitullah Al Haram di Mekkah sebagai rumah ibadah pertama yang dibangun di bumi sebagai tempat beribadah kepada Allah SWT. Lalu pada ayat ini juga menjelaskan bahwa Baitullah yang berada di Mekkah penuh akan keberkahan, serta menjadi arah kiblat bagi umat muslim, dan anjuran dari ayat ini adalah Allah SWT menjamin umatnya (muslim) yang beribadah haji dan umrah (umroh) dengan ganjaran keberkahan serta menjadi petunjuk bagi umat yang melaksanakannya.

  • Rukun Haji dan Umroh

Haji dan umroh mempunyai perbedaan pada rukunnya. Walaupun sama-sama mempunyai arti berkunjung ke Baitullah (Ka’bah) namun ada beberapa perbedaan antara kedua ibadah tersebut. 

Rukun haji terdiri dari 6 hal, yaitu ihram, wuquf di Arafah, thawaf, sa’i antara Shafa dan Marwah, mencukur rambut dan tertib rukun. Sedangkan untuk ibadah umroh hanya ada 5 rukun, yaitu ihram, thawaf, sa’i antara Shafa dan Marwah, mencukur rambut, dan tertib rukun.

Perbedaan haji dan umroh terdapat pada bagian wuquf di Arafah, dimana pada bagian ini diwajibkan untuk jemaah haji. Sedangkan, untuk jemaah umroh tidak melakukan wukuf.

  • Waktu Pelaksanaan Haji dan Umroh

Perbedaan haji dan umrah (umroh) selanjutnya adalah haji hanya dapat dilakukan 1 tahun sekali, yakni antara bulan Syawwal, Dzulqa’dah hingga Dzulhijjah atau hari raya Idul Adha. Sedangkan umroh dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, termasuk di bulan haji.

  • Kewajiban Haji dan Umroh

Masing-masing ibadah antara haji dan umroh memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan. Bila tidak dilaksanakan bisa membatalkan ibadah tersebut. Adapun kewajiban haji adalah melakukan ihram dari miqat, mabit (bermalam) di Muzdalifah, menginap di Mina, melempar jumroh di Aqobah dan thawaf wada’ di Mekkah. Bila tidak dilaksanakan bisa membatalkan ibadah tersebut atau bisa diganti dengan membayar denda atau dam.

Sedangkan, kewajiban umroh hanya ada 2, yaitu niat ihram dari miqat dan menjauhi larangan ihram seperti memotong rambut, membawa potong kuku, alat cukur dan minyak wangi.

Seperti itu perbedaan haji dan umroh serta penjelasannya. Bila belum memasuki waktu pelaksanaan ibadah haji, ada baiknya untuk melakukan umroh terlebih dahulu karena ibadah umroh bisa dilakukan kapan saja dan tidak terbatas oleh waktu tertentu. Selain itu Allah SWT juga menjamin ganjaran pahala yang besar bagi yang berkunjung ke Baitullah (Ka’bah) untuk beribadah. 

Sebelum merencanakan ibadah umroh, sebaiknya calon tamu Allah memperhatikan terlebih dahulu persyaratan dan tata cara umroh agar ibadah umroh insya Allah sah (mabrur). Langkah selanjutnya adalah mencari paket umroh terbaik, Jejak Imani menyediakan berbagai pilihan paket umroh yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Ingin perjalanan ibadah ke Tanah Suci lebih nyaman dan berkesan? Jejak Imani jawabannya.

Semoga bermanfaat!

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply